7 Fakta Apakah Daftar GoFood Bikin Untung atau Buntung? Cek Disini!

Halo rekan-rekan UMKM dan para pejuang dapur ngebul! Senang sekali bisa menyapa Anda kembali. Di sela-sela kegiatan mengajar dan diskusi dengan para pemilik warung makan, ada satu kegelisahan yang sering sekali mampir ke telinga saya. Pertanyaannya sederhana tapi “jleb” banget: “Pak, sebenarnya apakah daftar GoFood bikin untung? Atau malah bikin boncos karena potongannya besar?”
Ini pertanyaan yang sangat valid. Di era digital ini, rasanya “kudus” banget kalau warung nggak ada di aplikasi ojol. Tapi, sebagai pebisnis yang cerdas, kita nggak boleh cuma ikut-ikutan arus. Anda harus paham peta permainannya. Sebelum kita bedah hitungan duitnya, saya sarankan Anda membaca fondasi dasarnya dulu di Panduan Digital untuk Pemilik Usaha Kecil. Artikel itu akan membuka wawasan Anda tentang kenapa digitalisasi itu penting, bukan cuma gaya-gayaan.
Nah, mari kita kupas tuntas realita di lapangan. Apakah GoFood adalah mesin pencetak uang atau justru beban operasional? Jawabannya: Tergantung cara main Anda.
1. Akses ke Jutaan “Perut Lapar” Tanpa Buka Cabang
Fakta pertama yang tidak bisa dibantah adalah soal trafik. Bayangkan Anda buka warung di dalam gang sempit. Yang lewat paling cuma tetangga atau orang nyasar. Tapi begitu Anda masuk GoFood, warung Anda tiba-tiba “pindah” ke jalan raya digital yang dilewati jutaan pengguna aplikasi Gojek.
Saya punya kenalan pemilik warung seblak rumahan. Dulu omzetnya mentok di 300 ribu per hari. Setelah optimal di GoFood, dia bisa tembus 2 juta per hari tanpa perlu sewa ruko mahal di pinggir jalan. Jadi, dari sisi exposure atau jangkauan, jawabannya adalah YA, sangat menguntungkan.
2. Memahami “Harga” dari Sebuah Kemudahan (Komisi)
Disini letak seni berdagangnya. Banyak pemula yang merasa rugi karena kaget dengan potongan komisi (umumnya 20% + Rp 1.000). Kalau Anda jual nasi goreng seharga Rp 15.000 (harga normal), lalu dipotong 20%, sisa uang yang Anda terima mungkin tidak cukup untuk menutup modal bahan baku dan gas.
Untuk itu, Anda perlu strategi penetapan harga yang tepat. Jangan samakan harga offline (makan di tempat) dengan harga online. Anda bisa pelajari detail teknisnya di artikel saya tentang keuntungan jualan di GoFood yang membahas sisi positif sistem bagi hasil ini.
Jangan pernah mendaftarkan harga menu di aplikasi SAMA PERSIS dengan harga dine-in (makan di tempat). Rumus aman: Harga Aplikasi = Harga Normal + (20% s/d 25%). Ini bukan menipu pelanggan, tapi biaya kenyamanan yang wajar dibayar konsumen agar Anda tetap profit.
3. Perang Visual: Foto Menentukan Nasib
Di aplikasi, pelanggan tidak bisa mencium aroma masakan Anda. Mereka “makan” dengan mata dulu. Salah satu alasan kenapa ada warung yang merasa “tidak untung” di GoFood adalah karena mereka menyepelekan tampilan.
Saya sering melihat menu di GoFood yang fotonya gelap, buram, atau bahkan tidak ada fotonya sama sekali. Padahal, algoritma GoFood sangat menyukai resto dengan foto lengkap. Kalau foto Anda jelek, orang tidak akan klik, tidak ada orderan, dan akhirnya Anda merasa rugi sudah daftar.
Studio Mini Foto Produk
Ring Light Pencahayaan
4. Efisiensi Operasional dan Data Pelanggan
Salah satu keuntungan tersembunyi yang jarang dibahas adalah data. Dengan aplikasi GoBiz, Anda jadi tahu: “Oh, ternyata menu Ayam Geprek saya lakunya jam 11 siang sampai jam 1 siang.” Data ini mahal harganya!
Anda bisa mengatur stok bahan baku dengan lebih efisien sehingga tidak banyak makanan terbuang. Selain itu, jika Anda ingin ekspansi bisnis, manajemen data ini sangat krusial. Bahkan, ada trik legal untuk mengelola manajemen akun jika Anda punya banyak cabang, coba baca soal apakah bisa 1 KTP untuk 2 akun Gojek untuk persiapan ekspansi Anda.
5. Tantangan Promo: Bakar Uang atau Investasi?
Di GoFood, Anda akan sering ditawari untuk ikut promo (diskon coret, flash sale, dll). Apakah ini bikin untung? Jawabannya: Bisa iya, bisa tidak.
Promo itu ibarat bensin. Kalau dipakai dengan benar, mobil (bisnis) Anda melaju kencang. Kalau bocor, bisa kebakaran. Anda harus paham betul skema pembagian beban biayanya. Jangan sampai Anda ikut promo gila-gilaan tapi malah nombok. Pelajari skema “siapa bayar apa” di tulisan saya mengenai 3 skema voucher Gojek wajib tahu. Ini ilmu wajib agar neraca keuangan Anda tetap hijau.
6. Bagaimana Jika Dibandingkan dengan Kompetitor?
Tentu, GoFood bukan satu-satunya pemain. Ada GrabFood dan ShopeeFood. Apakah GoFood paling menguntungkan? Berdasarkan pengalaman saya, GoFood memiliki basis pengguna yang sangat loyal dan cenderung tidak terlalu sensitif harga dibanding kompetitor sebelah.
Meskipun begitu, tidak ada salahnya Anda melakukan diversifikasi. Membandingkan volume orderan juga penting. Anda bisa mengintip strategi di platform sebelah lewat artikel cara banjir orderan di GrabFood sebagai bahan perbandingan strategi marketing.
7. Otomatisasi Marketing dengan AI
Zaman sekarang, pemilik warung yang untung besar adalah yang pintar bikin kata-kata promosi. Deskripsi menu yang “lebay” tapi menggoda itu ampuh banget, lho! Misalnya, daripada cuma tulis “Nasi Goreng”, coba ganti jadi “Nasi Goreng Bumbu Rahasia Warisan Nenek yang Gurihnya Nendang”.
Bingung bikin kata-katanya? Tenang, Anda tidak perlu sewa copywriter mahal. Gunakan teknologi AI untuk membantu Anda membuat deskripsi menu dan membalas review pelanggan secara otomatis.
Slider AI + Chat GPT (Paket Hemat)
Claude Ai (Analisis Bisnis Lebih Cerdas)
Kesimpulan: Untung atau Buntung?
Kembali ke pertanyaan awal: Apakah daftar GoFood bikin untung?
Jawabannya adalah SANGAT MENGUNTUNGKAN, dengan syarat:
- Anda sudah melakukan markup harga yang benar (memasukkan komponen komisi ke harga jual).
- Foto produk Anda layak jual (karena di online, foto adalah raja).
- Rasa makanan Anda konsisten (agar rating tetap bintang 5).
GoFood hanyalah alat (tools). Pisau di tangan koki bisa jadi makanan enak, pisau di tangan yang salah bisa melukai. Jadilah “koki bisnis” yang cerdas memanfaatkan alat ini untuk melipatgandakan omzet Anda.
FAQ (Pertanyaan Umum)
Berikut adalah pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pemilik usaha pemula:
1. Berapa biaya pendaftaran GoFood tahun 2025?
Pendaftaran GoFood melalui aplikasi GoBiz adalah GRATIS. Anda tidak dipungut biaya di awal. Biaya baru muncul berupa potongan komisi saat ada transaksi penjualan yang berhasil.
2. Apakah warung kecil di dalam gang bisa ramai di GoFood?
Sangat bisa. Algoritma GoFood berbasis radius lokasi (GPS). Selama ada driver di area tersebut dan performa resto Anda bagus (rating & kecepatan penyajian), lokasi fisik bukan masalah utama.
3. Berapa persen keuntungan bersih yang wajar jika jualan di GoFood?
Targetkan margin keuntungan bersih (Net Profit) sekitar 15% – 25% per porsi SETELAH dipotong komisi Gojek dan biaya bahan baku. Jangan di bawah itu agar usaha Anda sehat.
4. Kenapa orderan GoFood saya sepi padahal sudah daftar lama?
Biasanya karena 3 hal: Foto menu kurang menarik, jarang update status “Buka/Tutup” (toko dianggap tidak aktif), atau rating resto Anda rendah (di bawah 4.5). Perbaiki tiga hal ini segera.








