Berapa Komisi GoFood Warung? [Rumus Cepat Raih Profit!]
Komisi GoFood untuk warung atau UMKM yang terdaftar di GoFood sebesar 20% dari total harga pesanan, ditambah PPN 11% dari nilai komisi tersebut. Artinya, total potongan yang harus Anda tanggung adalah 22,2% dari harga jual. Perhitungan ini penting untuk dimasukkan dalam Harga Pokok Penjualan (HPP) agar warung Anda tidak ‘boncos’. Strategi terbaik adalah membedakan harga jual di aplikasi online dan harga jual di tempat, serta mengoptimalkan promosi agar komisi menjadi biaya pemasaran yang efektif.
Sejak bisnis kuliner pindah ke dunia digital, banyak pemilik warung yang mengeluhkan satu hal: komisi aplikasi. Seringkali, komisi GoFood ini terasa seperti beban berat yang memangkas keuntungan bersih.
Saya paham betul perasaan Anda. Sebagai mentor bisnis UMKM, saya sering menemui pemilik warung yang awalnya semangat jualan online, tapi kemudian layu karena merasa “boncos” alias rugi. Mereka merasa sudah capek masak, capek melayani, tapi uang yang masuk ke rekening tidak sebanding dengan yang keluar. Ini terjadi bukan karena aplikasinya yang jahat, tapi karena ada kesalahan fatal di awal: salah menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) dan harga jual.
Masalah utamanya, kebanyakan orang hanya melihat komisi 20% saja. Padahal, ada biaya tersembunyi lain yang sering dilupakan, yaitu PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan biaya promosi yang terpisah. Jika Anda tidak tahu cara menghitungnya dengan benar, jangankan untung, modal pun bisa hilang. Tujuan saya di artikel ini adalah membantu Anda mengubah mentalitas “komisi sebagai beban” menjadi “komisi sebagai investasi pemasaran”. Kita akan bongkar tuntas berapa komisi GoFood sebenarnya dan bagaimana cara hitung profit warung Anda secara akurat.
Memahami Struktur Komisi GoFood: Angka Pasti dan Biaya Tersembunyi
Berapa komisi GoFood untuk warung cara hitung yang benar? Sebelum kita masuk ke rumus, mari kita luruskan dulu angka-angka dasarnya. Ada dua komponen utama yang perlu Anda perhatikan saat menghitung komisi GoFood:
- Komisi Merchant (Fee GoFood): Ini adalah persentase utama yang dipotong dari setiap transaksi. Angka standarnya adalah 20% dari harga jual produk (belum termasuk PPN). GoFood memotong 20% ini sebagai imbalan atas layanan platform, penggunaan aplikasi, dan akses ke jutaan pelanggan Gojek.
- PPN (Pajak Pertambahan Nilai): Ini yang sering membuat bingung. PPN sebesar 11% dikenakan hanya pada nilai komisi, bukan pada total transaksi. Artinya, PPN ini adalah pajak yang disetorkan ke pemerintah atas jasa layanan yang Anda gunakan (GoFood).
Mari kita simulasikan dengan contoh sederhana. Bayangkan Anda menjual paket ayam geprek seharga Rp20.000 (harga jual di aplikasi).
- Nilai Komisi GoFood (20%): 20% x Rp20.000 = Rp4.000
- Nilai PPN atas Komisi (11%): 11% x Rp4.000 = Rp440
- Total Potongan GoFood: Rp4.000 + Rp440 = Rp4.440
Jadi, untuk setiap pesanan Rp20.000, Anda akan menerima bersih sebesar Rp15.560. Persentase total potongan Anda adalah Rp4.440 dari Rp20.000, yaitu sekitar 22.2%.
Alasan Utama Angka Ini Penting
Berdasarkan pengalaman saya, banyak UMKM yang menghitung profit hanya dengan mengurangi HPP dari harga jual, dan lupa bahwa ada potongan 22,2% ini. Ini adalah kesalahan terbesar. Anda harus memasukkan angka ini ke dalam perhitungan HPP Anda saat menetapkan harga jual di aplikasi. Jangan sampai Anda menjual Rp20.000, HPP Anda Rp16.000, lalu komisi Anda Rp4.440. Anda akan rugi Rp440 per transaksi.
Mengubah Paradigma: Komisi Bukan Biaya, Tapi Investasi Pemasaran
Banyak pemilik warung merasa tertekan melihat potongan komisi GoFood yang tinggi. Mereka berpikir, “Buat apa saya jualan kalau keuntungannya habis di komisi?” Mentalitas ini harus segera diubah.
Coba pikirkan ini: Jika Anda tidak bergabung dengan GoFood, bagaimana cara Anda menjangkau 1.000 pelanggan baru dalam satu bulan? Anda mungkin harus menyewa pegawai untuk menyebar brosur, membayar iklan di media sosial, atau bahkan menyewa papan reklame. Semua itu butuh biaya.
GoFood, dan aplikasi sejenis, pada dasarnya adalah “Marketing Channel” (Saluran Pemasaran). Komisi 20% yang Anda bayarkan bukan sekadar potongan, melainkan biaya yang Anda keluarkan untuk mendapatkan:
- Akses Pelanggan: Anda mendapatkan akses ke basis pelanggan Gojek yang besar tanpa perlu repot membangun basis pelanggan sendiri.
- Logistik: Anda tidak perlu memikirkan kurir. Gojek menyediakan armada driver yang siap menjemput dan mengantar pesanan Anda.
- Teknologi: Anda mendapatkan sistem pemesanan dan pembayaran otomatis tanpa harus berinvestasi besar pada teknologi kasir online.
Pola pikir yang benar adalah: Jangan anggap komisi sebagai kerugian, tapi sebagai biaya pemasaran yang efektif (Cost of Acquisition). Jika komisi Anda Rp4.440 per order, pastikan Anda meraup untung minimal Rp5.000 per order setelah komisi.
Formula Wajib: Cara Menghitung HPP dan Harga Jual GoFood yang Tepat
Ini adalah bagian paling krusial. Saya akan ajarkan rumus sederhana agar Anda bisa tidur nyenyak karena tahu warung Anda pasti untung, terlepas dari berapa pun komisi GoFood.
Langkah 1: Tentukan HPP Murni (Harga Pokok Penjualan)
HPP murni adalah total biaya bahan baku yang Anda gunakan untuk membuat satu porsi makanan. Anggap saja Anda menjual “Ayam Geprek Komplit” yang terdiri dari:
- Ayam Fillet (100 gram): Rp6.000
- Nasi: Rp2.000
- Sambal dan lalapan: Rp1.500
- Kemasan dan label: Rp1.000
- Biaya Operasional (listrik, gas, tenaga kerja): Rp1.500
Total HPP Murni = Rp12.000
Langkah 2: Tentukan Margin Keuntungan yang Diinginkan
Anda harus tahu berapa keuntungan bersih yang Anda inginkan dari setiap penjualan. Jangan serakah, tapi juga jangan terlalu rendah. Target profit margin yang sehat untuk UMKM kuliner adalah antara 20% hingga 40% dari harga jual.
Kita ambil contoh: Anda ingin mendapatkan keuntungan bersih sebesar 25% dari harga jual.
Langkah 3: Hitung Harga Jual GoFood (Harga Jual Online)
Di sini letak kesalahannya. Banyak warung menetapkan harga jual online sama dengan harga offline (HPP + margin), lalu baru dipotong komisi. Itu salah. Seharusnya, harga jual online harus sudah termasuk komisi GoFood.
Berikut rumus cepatnya:
Harga Jual Online = HPP / (100% – Persentase Total Komisi – Persentase Margin Keuntungan)
Mari kita terapkan ke contoh Ayam Geprek Komplit:
- HPP Murni: Rp12.000
- Persentase Total Komisi GoFood: 22,2%
- Persentase Margin Keuntungan yang Diinginkan: 25%
Perhitungan:
- Angka Pembagi = 100% – 22,2% – 25% = 52,8%
- Harga Jual Online = Rp12.000 / 0,528 = Rp22.727
Anda bisa membulatkan harga jual di aplikasi menjadi Rp23.000. Dengan harga jual Rp23.000, Anda bisa memastikan bahwa setelah dipotong 22,2% (Rp5.106) Anda masih mendapatkan profit bersih sebesar 25% (Rp5.750).
Studi Kasus Lapangan: Strategi Warung yang Sukses “Mengakali” Komisi GoFood
Berbeda dengan teori di buku, realitanya di lapangan adalah Anda harus pintar-pintar “mengakali” komisi GoFood. Saya pernah menemui kasus dua warung yang menjual produk serupa. Warung pertama “boncos” dan tutup dalam 3 bulan. Warung kedua untung besar dan buka cabang baru. Apa bedanya?
Warung A (Strategi Gagal)
- Produk: Nasi Pecel Lele
- HPP: Rp10.000
- Harga Jual Offline: Rp15.000 (Margin 50%)
- Harga Jual GoFood: Rp15.000 (disamakan dengan harga offline)
- Komisi GoFood (22,2%): 22,2% x Rp15.000 = Rp3.330
- Profit Bersih Per Transaksi: Rp15.000 (Harga Jual) – Rp10.000 (HPP) – Rp3.330 (Komisi) = Rp1.670
Warung ini merasa untung Rp5.000 (harga jual – hpp) di offline, tapi begitu masuk GoFood profitnya anjlok. Begitu ada promo “Diskon 10%” dari GoFood, warung ini langsung merugi.
Warung B (Strategi Sukses: Optimalisasi Margin)
- Produk: Nasi Pecel Lele
- HPP: Rp10.000
- Harga Jual Offline: Rp15.000
- Harga Jual GoFood: Rp18.000 (Harga dinaikkan untuk menutupi komisi)
- Komisi GoFood (22,2%): 22,2% x Rp18.000 = Rp3.996
- Profit Bersih Per Transaksi: Rp18.000 (Harga Jual) – Rp10.000 (HPP) – Rp3.996 (Komisi) = Rp4.004
Warung B tetap untung besar. Pembeli online pun tidak protes karena memang sudah terbiasa harga di aplikasi lebih mahal.
Tabel Perbandingan Perhitungan Profit
| Keterangan | Warung A (Kalkulasi Salah) | Warung B (Kalkulasi Benar) |
|---|---|---|
| Harga Jual Online | Rp15.000 | Rp18.000 |
| HPP Murni | Rp10.000 | Rp10.000 |
| Komisi (22.2%) | Rp3.330 | Rp3.996 |
| Profit Bersih | Rp1.670 (11.1%) | Rp4.004 (22.2%) |
| Perbedaan Pendekatan | Harga jual online sama dengan offline. | Harga jual online dinaikkan untuk menutupi komisi. |
Strategi Cerdas Mengatasi Komisi Tinggi: Optimalisasi Menu dan Margin
Setelah kita tahu cara menghitungnya, sekarang kita bicara strategi. Ada beberapa cara cerdas untuk memastikan komisi GoFood tidak memakan profit Anda.
1. Bedakan Harga Menu Online dan Offline
Ini adalah strategi paling umum dan efektif. Konsumen GoFood sudah mengerti bahwa harga di aplikasi akan lebih tinggi karena adanya biaya layanan. Jadi, jangan ragu untuk menaikkan harga menu online Anda sebesar 20-30% dari harga offline.
2. Terapkan Menu Engineering (Fokus pada Item Margin Tinggi)
Di GoFood, Anda harus lebih fokus menjual produk dengan margin keuntungan tertinggi. Jika Anda punya 10 menu, identifikasi mana yang HPP-nya paling rendah dan mana yang paling laris.
- Produk Bintang (Best Seller): Menu-menu ini adalah pancingan utama untuk menarik pelanggan. Pastikan harganya kompetitif dan marginnya stabil. Contoh: Nasi Ayam Geprek.
- Produk Margin Tinggi (Cash Cow): Menu-menu ini tidak selalu laris, tapi memberikan keuntungan besar. Contoh: Minuman, topping tambahan (keju, mozarella), atau menu-menu paket bundling. Dorong pelanggan untuk membeli produk margin tinggi ini.
3. Jual Menu Bundling (Paket Hemat)
Promosi di GoFood sering kali berbentuk diskon persentase. Untuk menghindari kerugian, buatlah menu paket (bundling) yang HPP-nya rendah. Misalnya, “Paket Kenyang Berdua” seharga Rp50.000. Dengan HPP yang sudah dihitung matang, Anda bisa memberikan diskon 10% atau 20% tanpa khawatir boncos.
4. Kelola Biaya Promosi dengan Cerdas
Promosi adalah pisau bermata dua. Di satu sisi, promosi bisa meningkatkan omzet, di sisi lain, promosi bisa memotong margin Anda lebih dalam. GoFood menawarkan opsi promosi berbayar (misalnya, menjadi featured merchant atau diskon yang ditanggung warung).
- Pilih Promo yang Tepat: Jangan ikut semua promo. Pilih promo yang sesuai dengan strategi bisnis Anda. Misalnya, “Buy 1 Get 1 Free” lebih menarik bagi pelanggan daripada “Diskon 20%” jika Anda ingin menghabiskan stok tertentu.
- Jalankan Promo di Waktu Sepi: Gunakan promo untuk mengisi kekosongan saat jam sepi (misalnya, jam 2 siang hingga jam 5 sore) agar dapur Anda tetap beroperasi.
Mengelola Operasional Agar Tidak Boncos: Efisiensi Biaya dan Promosi
Dalam berbisnis kuliner online, Anda harus mengelola biaya operasional dengan ketat. Jika komisi GoFood sudah tetap 22,2%, Anda harus mencari cara untuk menurunkan HPP dan biaya operasional lainnya.
1. Negosiasi Harga Bahan Baku
Jika volume penjualan Anda meningkat berkat GoFood, jangan ragu untuk bernegosiasi dengan pemasok bahan baku (supplier) Anda. Dengan membeli dalam jumlah besar, Anda bisa mendapatkan harga yang lebih murah (HPP turun), sehingga margin keuntungan Anda naik.
2. Kontrol Stok dan Hindari Limbah (Waste)
Limbah makanan adalah musuh terbesar UMKM kuliner. Jika Anda terlalu banyak memasak di pagi hari, dan tidak habis terjual, maka itu akan membuang-buang HPP. Pelajari tren penjualan harian di GoFood Anda. Analisis jam-jam sibuk dan jam-jam sepi.
3. Manfaatkan Data GoBiz (Dashboard GoFood)
Dashboard GoBiz bukan sekadar tempat menerima orderan. Gunakan data penjualan ini untuk melihat item mana yang paling laku, di jam berapa, dan promo mana yang paling efektif. Data ini adalah kunci untuk merencanakan stok dan promosi di masa depan.
Diversifikasi Bisnis: Jangan Bergantung Pada Satu Aplikasi
Terlalu bergantung pada satu platform (GoFood) bisa berbahaya. Jika GoFood menaikkan komisi lagi, Anda akan kesulitan bertahan. Solusinya adalah diversifikasi.
- Bangun Platform Sendiri: Sediakan opsi pesan langsung melalui WhatsApp Business. Gunakan sistem pre-order atau kumpulkan pelanggan loyal Anda. Anda bisa menawarkan harga yang lebih murah di WhatsApp karena tidak ada komisi platform.
- Manfaatkan Aplikasi Lain: Selain GoFood, Anda bisa mendaftar di GrabFood, ShopeeFood, atau aplikasi lokal lainnya. Dengan mendaftar di banyak platform, Anda bisa membandingkan komisi mana yang paling menguntungkan di area Anda dan mendistribusikan risiko.
Saatnya Kembangkan Bisnis Anda
Jangan biarkan komisi GoFood menjadi alasan Anda stagnan. Saya sudah menunjukkan bahwa komisi 22,2% itu bisa diatasi dengan strategi yang tepat. Kuncinya adalah mengubah mentalitas: Jangan fokus pada seberapa besar potongan, tapi fokus pada seberapa besar omzet yang bisa Anda raih.
Jika Anda bisa menjual 100 porsi per hari melalui GoFood, meskipun profit per porsi lebih kecil daripada offline, total keuntungan Anda jauh lebih besar. GoFood adalah alat pemasaran yang sangat kuat. Gunakan kalkulator Anda untuk menghitung HPP dan harga jual dengan akurat. Terapkan strategi optimalisasi menu. Bangun bisnis yang berkelanjutan.
Ingat: Bisnis yang sukses adalah bisnis yang mampu beradaptasi dengan perubahan pasar.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Berapa komisi GoFood untuk warung yang menerapkan diskon promo?
Jika Anda menerapkan promo diskon (misalnya 10%), komisi 20% + PPN 11% akan dihitung dari harga jual setelah diskon. Namun, jika promo tersebut disponsori GoFood, komisi akan dihitung dari harga normal. Pastikan Anda membaca syarat dan ketentuan promo dengan teliti.
2. Apakah PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 11% dihitung dari total transaksi?
Tidak. PPN 11% dihitung dari nilai komisi 20% GoFood, bukan dari total harga jual. Jadi, total potongan adalah 20% komisi + 11% (dari komisi 20%) = 22,2% dari harga jual.
3. Kapan pembayaran komisi GoFood cair ke rekening saya?
Pembayaran GoFood dicairkan setiap hari secara otomatis ke rekening bank yang terdaftar. Transaksi hari ini (sebelum pukul 20:00) akan dicairkan pada hari berikutnya. Pastikan data rekening Anda sudah terverifikasi di aplikasi GoBiz.
4. Apakah ada biaya bulanan GoFood selain komisi 20%?
Tidak ada biaya pendaftaran atau biaya bulanan tetap (subscription fee) untuk menjadi mitra GoFood. Biaya yang Anda bayarkan murni komisi 20% dari setiap transaksi yang sukses.
5. Bagaimana cara melihat laporan komisi GoFood secara detail?
Anda bisa melihat laporan detail komisi dan HPP di dashboard GoBiz. Laporan ini mencakup total penjualan, potongan komisi, dan dana yang dicairkan ke rekening Anda. Rajin-rajinlah menganalisis laporan ini untuk memantau profitabilitas warung Anda.








