Berapa Persen Komisi GoFood 2025 Terungkap Ini 3 Skema Barunya

Komisi GoFood 2025 Terungkap: Ini Cara Hitung & Skema Barunya
Pertanyaan “berapa persen GoFood mengambil keuntungan” adalah salah satu pertanyaan paling krusial bagi setiap pemilik usaha F&B yang ingin (atau sudah) mendaftar sebagai merchant GoFood. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah salah paham mengenai konsep “keuntungan” ini, yang pada akhirnya menyebabkan kesalahan fatal dalam penetapan harga dan merugi. Oleh karena itu, sebagai ahli di bidang digitalisasi bisnis, saya akan membedah tuntas struktur biaya ini agar Anda bisa membangun strategi yang profitabel.
Jawaban singkatnya adalah: GoFood tidak mengambil “keuntungan” Anda. GoFood membebankan “biaya layanan” atau “potongan komisi” atas setiap transaksi yang berhasil. Per 2025, skema komisi standar GoFood adalah 20% dari nilai transaksi, ditambah PPN 11% atas biaya komisi tersebut. Namun, angka ini bukanlah satu-satunya skema. Ada variasi lain yang wajib Anda pahami.
Mengurai Istilah: “Keuntungan” vs. “Biaya Komisi” GoFood
Pertama-tama, mari kita luruskan terminologinya. Ini sangat penting untuk mentalitas bisnis Anda.
- Keuntungan (Profit): Ini adalah uang yang tersisa di kantong Anda setelah semua biaya (modal bahan baku/HPP, gaji, sewa, listrik, DAN komisi GoFood) dikurangi dari total penjualan. Ini adalah milik Anda.
- Biaya Komisi (Commission Fee): Ini adalah biaya yang Anda bayar kepada GoFood sebagai “biaya sewa” di “mal digital” mereka. Anda membayar untuk akses ke jutaan pengguna, sistem pembayaran, dan layanan driver.
Dengan demikian, GoFood tidak mengambil keuntungan Anda. Mereka membebankan biaya atas layanan yang mereka berikan, yang kemudian menjadi salah satu komponen biaya (seperti HPP atau biaya sewa) yang harus Anda hitung untuk menentukan keuntungan bersih Anda. Mengerti perbedaan ini adalah langkah awal untuk penetapan harga (pricing) yang benar.
Jawaban Inti: Berapa Persen Potongan Komisi GoFood Terbaru 2025?
Seperti yang telah disebutkan, skema komisi GoFood yang paling umum dan berlaku untuk sebagian besar merchant UMKM adalah 20% (dua puluh persen). Angka ini dipotong dari Gross Merchandise Value (GMV), yaitu total harga pesanan makanan/minuman yang dibayar pelanggan, sebelum ongkos kirim.
Akan tetapi, ceritanya tidak berhenti di situ. Di sinilah banyak merchant baru terjebak.
Membedah Skema Komisi Standar (20% + PPN)
Anda harus paham bahwa komisi 20% itu adalah objek kena pajak, yaitu PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Sesuai aturan pemerintah Indonesia, tarif PPN saat ini adalah 11%.
Penting: PPN 11% ini dikenakan atas nilai komisi (20%), BUKAN atas total nilai pesanan Anda. Mari kita lihat simulasinya:
- Pelanggan memesan Nasi Goreng Spesial seharga: Rp 50.000
- Komisi GoFood (20%): 20% x Rp 50.000 = Rp 10.000
- PPN 11% (dikenakan atas komisi): 11% x Rp 10.000 = Rp 1.100
- Total Potongan GoFood: Rp 10.000 (Komisi) + Rp 1.100 (PPN) = Rp 11.100
- Uang yang masuk ke saldo GoBiz Anda: Rp 50.000 – Rp 11.100 = Rp 38.900
Jadi, secara efektif, potongan total dari harga jual Anda adalah 22,2% (Rp 11.100 dari Rp 50.000). Ini adalah angka “ajaib” yang harus Anda tanamkan di kepala saat menghitung harga jual.
Catat semua perhitungan HPP dan komisi ini dengan rapi. Jangan sampai bocor!
Apakah Hanya Ada Satu Skema? Membedah Variasi Biaya Layanan GoFood
GoFood, sebagai platform yang dinamis, memiliki beberapa skema layanan lain. Berdasarkan analisis kami, ini adalah variasi yang paling sering ditemui merchant.
1. Skema “Self-Pickup” (Ambil Sendiri)
Fitur ini memungkinkan pelanggan memesan lewat aplikasi GoFood namun mengambilnya sendiri ke restoran Anda (tidak menggunakan driver). Ini adalah strategi bagus untuk menghindari antrian kasir.
Karena tidak ada biaya yang terkait dengan driver, komisinya jauh lebih rendah. Praktik terbaik menunjukkan bahwa komisi untuk fitur ini bervariasi, namun umumnya berada di kisaran 5% hingga 10% (+ PPN). Ini jauh lebih menguntungkan bagi Anda jika Anda memiliki lokasi yang strategis dan banyak pelanggan yang lalu-lalang.
2. Pengaruh Promo dan Diskon Terhadap Potongan Komisi
Ini adalah area paling rumit dari skema bagi hasil GoFood. Siapa yang menanggung diskon?
- Promo Ditanggung Penuh oleh Merchant: Ini adalah promo yang Anda buat sendiri di aplikasi GoBiz (misal, diskon 30% untuk menu tertentu). Penting: Komisi GoFood (20% + PPN) akan dihitung dari harga setelah diskon. Ini adil. Jika menu Rp 100.000 Anda diskon 30% jadi Rp 70.000, maka komisi 22,2% akan dihitung dari Rp 70.000.
- Promo Ditanggung GoFood (Subsidi): Ini adalah promo besar-besaran yang sering Anda lihat di banner (misal, “DISKON 60%”). Di sini, GoFood mensubsidi sebagian besar diskon. Akan tetapi, biasanya komisi 20% akan tetap dihitung dari harga normal sebelum diskon.
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah merchant tergiur ikut semua promo besar GoFood tanpa membaca Syarat & Ketentuan. Akibatnya, mereka kaget melihat potongan komisi tetap dihitung dari harga normal, membuat margin keuntungan mereka menipis atau bahkan minus. Selalu baca S&K promo dengan teliti!
3. Biaya Layanan untuk Merchant “Pilihan” (Preferred Partners)
Ada skema di mana merchant dapat membayar biaya langganan tetap per bulan (subscription) untuk mendapatkan tarif komisi yang lebih rendah (misalnya, hanya 15% atau 18%). Namun, skema ini biasanya hanya ditawarkan kepada merchant dengan volume penjualan yang sangat tinggi atau brand-brand besar. Untuk UMKM, skema 20% + PPN adalah yang paling umum.
Percepat layanan orderan GoFood Anda agar rating tetap tinggi & efisien.
Cetak Resi Otomatis (Printer Thermal)Studi Kasus: Simulasi Lengkap Cara Menghitung Keuntungan Bersih Merchant
Mari kita lakukan perhitungan mendalam untuk menjawab pertanyaan “berapa persen GoFood mengambil keuntungan” dan dampaknya ke kantong Anda. Kita akan gunakan dua skenario.
Asumsi dasar: Anda menjual “Paket Ayam Geprek Komplit”.
- Harga Pokok Penjualan (HPP) / Modal: Rp 15.000 (termasuk ayam, nasi, sambal, dan kemasan)
- Harga Jual Dine-in (Offline): Rp 25.000 (Keuntungan: Rp 10.000)
Sekarang, Anda ingin menjual ini di GoFood. Kesalahan umum adalah menjual dengan harga Rp 25.000 juga. Mari kita lihat apa yang terjadi.
Skenario 1: Harga Jual GoFood SALAH (Sama dengan Dine-in)
- Harga Jual di GoFood: Rp 25.000
- Potongan Komisi Efektif (22,2%): 22,2% x Rp 25.000 = Rp 5.550
- Uang Masuk ke GoBiz: Rp 25.000 – Rp 5.550 = Rp 19.450
- Modal (HPP) Anda: Rp 15.000
- Keuntungan Bersih Anda: Rp 19.450 – Rp 15.000 = Rp 4.450
Keuntungan Anda anjlok dari Rp 10.000 (dine-in) menjadi hanya Rp 4.450. Ini adalah strategi yang tidak berkelanjutan.
Skenario 2: Harga Jual GoFood BENAR (Mark-up Komisi)
Praktik terbaik adalah melakukan mark-up harga untuk menutupi biaya komisi. Anda ingin keuntungan Anda tetap sama (Rp 10.000) atau setidaknya mendekati. Rumus sederhananya adalah: (Harga Jual Dine-in) / (1 – Persen Komisi Efektif).
Perhitungan: Rp 25.000 / (1 – 0.222) = Rp 25.000 / 0.778 = Rp 32.133. Mari kita bulatkan menjadi Rp 32.000 atau Rp 32.500.
Mari kita hitung ulang dengan harga jual baru Rp 32.500:
- Harga Jual di GoFood: Rp 32.500
- Potongan Komisi Efektif (22,2%): 22,2% x Rp 32.500 = Rp 7.215
- Uang Masuk ke GoBiz: Rp 32.500 – Rp 7.215 = Rp 25.285
- Modal (HPP) Anda: Rp 15.000
- Keuntungan Bersih Anda: Rp 25.285 – Rp 15.000 = Rp 10.285
Lihat? Dengan melakukan mark-up harga yang tepat, Anda tidak hanya menutupi potongan komisi GoFood, tetapi Anda juga berhasil mempertahankan margin keuntungan yang Anda inginkan (Rp 10.285), bahkan sedikit lebih tinggi untuk menutupi biaya admin lainnya.
Tips Strategis: Cara Agar Tetap Cuan Meski Ada Potongan Komisi GoFood
Memahami angka komisi saja tidak cukup. Anda harus strategis. Berikut adalah beberapa tips dari kami untuk memastikan biaya layanan GoFood untuk merchant tidak memakan profit Anda.
1. Terapkan Strategi Pricing (Mark-up) yang Tepat
Seperti di Skenario 2, ini adalah langkah wajib. Jangan pernah samakan harga dine-in dengan harga aplikasi. Berdasarkan analisis kami, mark-up yang sehat berkisar antara 25% hingga 35% dari harga dine-in Anda, tergantung HPP Anda.
2. Fokus pada Peningkatan AOV (Average Order Value)
Daripada pusing memikirkan komisi per menu, fokuslah membuat pelanggan belanja lebih banyak dalam satu pesanan.
- Buat Paket Bundling (misal: 2 Ayam Geprek + 2 Nasi + 2 Es Teh).
- Tawarkan Menu Tambahan/Side Dish (misal: Kerupuk, Tahu, Tempe).
- Komisi 22,2% dari order Rp 100.000 jauh lebih baik daripada komisi 22,2% dari order Rp 30.000, karena biaya operasional (packing, waktu) Anda hampir sama.
3. Lakukan Inovasi Menu dan Kontrol HPP
Terus berinovasi menciptakan menu dengan HPP rendah namun memiliki nilai jual tinggi (high perceived value). Selain itu, lakukan kontrol HPP dengan ketat. Jangan sampai ada bahan baku terbuang percuma. Efisiensi di dapur adalah kunci profitabilitas.
4. Manfaatkan Promo GoFood dengan “Sadar”
Jangan asal ikut semua promo. Pilih promo yang sesuai dengan tujuan Anda (misal, menghabiskan stok, memperkenalkan menu baru). Selalu hitung dampaknya ke margin profit Anda sebelum mengklik “Ikut Promo”.
5. Perkuat Kehadiran Digital Anda di Luar GoFood
GoFood adalah “kolam” yang bagus, tapi jangan taruh semua telur di satu keranjang. Oleh karena itu, bangun “kolam” Anda sendiri.
- Buat media sosial (Instagram/TikTok) untuk membangun loyalitas.
- Daftarkan bisnis Anda di Google Bisnisku. Ini gratis! Banyak pelanggan menemukan Anda di Google Maps, lalu menelepon untuk memesan (tanpa komisi) atau datang langsung. Jika Anda belum punya, pelajari cara daftar Google Bisnisku untuk pemula.
Kesimpulan: Anggap Komisi Sebagai Investasi
Jadi, kembali ke pertanyaan awal: berapa persen GoFood mengambil keuntungan? Jawabannya adalah, mereka tidak mengambil keuntungan Anda. Mereka membebankan biaya layanan efektif sekitar 22,2% (Komisi 20% + PPN 11% atas komisi) dari harga jual Anda.
Anggap biaya ini sebagai investasi. Anda membayar untuk visibilitas ke jutaan mata, infrastruktur teknologi yang canggih, sistem pembayaran yang aman, dan armada driver yang siap sedia. Tugas Anda sebagai pebisnis bukan mengeluhkan biaya tersebut, tetapi menyusun strategi (terutama pricing dan AOV) agar investasi tersebut menghasilkan keuntungan bersih yang maksimal bagi restoran Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Berapa persen GoFood mengambil keuntungan dari merchant?
Secara teknis, GoFood tidak mengambil “keuntungan”, melainkan membebankan “biaya layanan” atau komisi. Per 2025, komisi standarnya adalah 20% dari harga jual menu, ditambah PPN 11% yang dikenakan atas biaya komisi tersebut. Jadi, total potongan efektifnya adalah sekitar 22,2% dari harga jual.
2. Apakah komisi GoFood 20% itu dihitung dari harga modal (HPP) atau harga jual?
Komisi selalu dihitung dari harga jual (Gross Merchandise Value/GMV) yang tertera di aplikasi, sebelum ditambahkan ongkos kirim. Komisi tidak ada hubungannya dengan HPP atau modal Anda.
3. Bagaimana jika saya ikut promo diskon? Apakah komisi tetap 20%?
Tergantung. Jika Anda membuat promo sendiri (diskon ditanggung merchant), komisi 20% akan dihitung dari harga setelah diskon. Namun, jika Anda ikut promo besar yang disubsidi GoFood, sering kali komisi tetap dihitung dari harga normal sebelum diskon. Selalu baca syarat dan ketentuan promo.
4. Apakah saya wajib mark-up harga di GoFood?
Sangat direkomendasikan. Jika Anda menggunakan harga yang sama dengan harga dine-in, keuntungan Anda akan tergerus habis oleh potongan komisi (sekitar 22,2%). Praktik terbaik adalah melakukan mark-up harga sekitar 25-35% untuk menutupi biaya komisi dan tetap profitabel.
5. Apakah komisi GoFood bisa dinegosiasi agar lebih kecil?
Untuk sebagian besar merchant UMKM, komisi 20% adalah tarif flat yang tidak bisa dinegosiasi. Namun, GoFood terkadang memiliki skema khusus, program langganan, atau tarif komisi berbeda untuk brand besar (enterprise) dengan volume transaksi sangat tinggi atau perjanjian kemitraan khusus.








