Biaya Admin GrabFood Terbaru 2026: Bedah Tuntas Potongan Merchant

Secara garis besar di tahun 2026 ini, biaya admin GrabFood terbaru yang dikenakan kepada mitra usaha (Merchant) reguler adalah sebesar 30% (sudah termasuk PPN atas biaya layanan). Angka ini dihitung dari total nilai transaksi kotor (harga makanan + pajak PB1 jika ada). Artinya, jika Anda menjual menu seharga Rp100.000, maka Grab akan memotong sekitar Rp30.000 sebagai biaya jasa penggunaan platform, driver, dan pemasaran, sementara Rp70.000 adalah pendapatan kotor yang akan ditransfer ke dompet tunai merchant Anda.
Saya sering sekali menerima curhatan dari rekan-rekan UMKM yang baru terjun ke dunia digital. Mereka seringkali merasa “terampok” ketika melihat selisih antara harga jual di aplikasi dengan uang yang masuk ke rekening bank. “Mas, saya jual Nasi Padang Rp25.000, kok yang masuk cuma Rp17.500? Hilang kemana sisanya?” Pertanyaan seperti ini sangat wajar, namun jawabannya seringkali tersembunyi di dalam detail syarat dan ketentuan yang jarang dibaca saat pendaftaran awal.
Ketidaktahuan mengenai struktur biaya admin GrabFood terbaru adalah salah satu penyebab utama kebangkrutan dini pada bisnis kuliner online. Pengusaha seringkali menetapkan harga jual yang terlalu rendah (Underpricing) karena lupa memasukkan komponen biaya platform ke dalam Harga Pokok Penjualan (HPP). Akibatnya, mereka sibuk masak dan kirim orderan, tapi di akhir bulan kasnya kosong atau bahkan minus. Dalam artikel panduan lengkap ini, kita akan membedah anatomi potongan tersebut sampai ke akar-akarnya, memberikan simulasi hitungan real, dan strategi penetapan harga agar margin Anda tetap tebal. Jangan lupa, strategi harga ini harus berjalan beriringan dengan pengaturan menu yang rapi seperti yang dibahas di cara atur menu di GoFood dan GrabFood.
Membedah Komponen Biaya Admin GrabFood Terbaru
Angka 30% yang sering kita dengar itu sebenarnya bukanlah angka tunggal yang berdiri sendiri. Untuk memahami biaya admin GrabFood terbaru secara utuh, kita perlu memecahnya menjadi beberapa komponen penyusun. Di tahun 2026, struktur biaya layanan GrabMerchant terdiri dari elemen-elemen berikut:
1. Komisi Dasar (Merchant Commission)
Ini adalah biaya sewa lapak digital. GrabFood menyediakan infrastruktur teknologi canggih, mencarikan driver otomatis dalam hitungan detik, dan memasarkan produk Anda ke jutaan pengguna aktif. Komisi dasar ini biasanya berada di kisaran 25% hingga 30% tergantung jenis kemitraan Anda (apakah Mitra Reguler atau GrabFood Preferred Merchant). Komisi ini dikenakan pada setiap transaksi yang berhasil (Completed Order).
2. PPN Atas Biaya Layanan (VAT on Service Fee)
Banyak mitra yang salah paham di sini. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dimaksud di sini BUKAN pajak makanan, melainkan pajak atas jasa yang diberikan Grab kepada Anda. Karena Grab adalah Perusahaan Kena Pajak (PKP), maka setiap sen komisi yang mereka ambil dari Anda wajib dikenakan PPN sebesar 12% (sesuai tarif PPN 2026). Biasanya, angka komisi 30% yang disebut di awal sudah bersifat inclusive (termasuk PPN) untuk memudahkan mitra, namun di laporan keuangan detail, ini akan dipisah.
3. Biaya Transaksi Non-Tunai (MDR)
Jika pelanggan membayar menggunakan OVO, Kartu Kredit, atau metode non-tunai lainnya, terkadang ada biaya *Merchant Discount Rate* (MDR) kecil yang dibebankan oleh penyedia jasa pembayaran. Meskipun nilainya kecil (biasanya 0.7% – 1.5%), jika diakumulasi dalam sebulan, jumlahnya lumayan. Namun, dalam skema GrabFood terbaru, biaya ini seringkali sudah dilebur (di-bundle) ke dalam komisi utama agar tidak membingungkan mitra.
Penting! Jangan tertukar antara Pajak Restoran (PB1) dengan Biaya Admin. PB1 sebesar 10% adalah uang titipan pelanggan untuk Pemerintah Daerah yang Anda pungut. Sedangkan Biaya Admin adalah uang Anda yang dipotong oleh Grab. Keduanya adalah pos pengeluaran yang berbeda.
Simulasi Hitungan Real: Studi Kasus Warung Martabak
Teori tanpa praktik hanya akan membuat pusing. Mari kita lakukan bedah kasus menggunakan simulasi angka nyata agar Anda bisa melihat dampak biaya admin GrabFood terbaru terhadap arus kas Anda.
Skenario: Pak Budi memiliki usaha “Martabak Sultan 2026”.
Harga jual Martabak Spesial di toko (Offline) adalah Rp40.000.
Pak Budi memutuskan untuk menjual dengan harga yang sama di GrabFood (Tanpa Markup) karena takut kemahalan.
Perhitungan Pesanan Masuk:
- Harga Menu di Aplikasi: Rp40.000
- Pelanggan memesan 2 Loyang = Rp80.000
- Total Omzet Kotor (GMV): Rp80.000
Potongan GrabFood (Asumsi 30%):
- Rumus: Total Omzet x 30%
- Hitungan: Rp80.000 x 30% = Rp24.000
Pendapatan Bersih (Net Settlement):
- Rp80.000 – Rp24.000 = Rp56.000
Analisa Kerugian (Boncos):
Mari kita lihat HPP (Modal Bahan Baku) Pak Budi.
Misal modal 1 loyang martabak (tepung, telur, topping, dus, gas) adalah Rp25.000.
Maka modal 2 loyang = Rp50.000.
Keuntungan Pak Budi:
Pendapatan Bersih (Rp56.000) – Modal (Rp50.000) = Rp6.000.
Bayangkan! Dari penjualan Rp80.000, Pak Budi hanya untung Rp6.000 (hanya 7.5% margin bersih). Ini belum termasuk tenaga karyawan, listrik, dan sewa tempat. Jika Pak Budi tidak paham biaya admin GrabFood terbaru ini, usaha Martabaknya dipastikan akan tutup dalam 3 bulan karena keuntungan tidak cukup untuk menutup biaya operasional (OPEX).
Strategi Penetapan Harga (Markup) Anti Rugi
Setelah melihat simulasi horor di atas, solusinya bukan berhenti jualan di GrabFood, melainkan menyesuaikan harga. Aplikasi pesan antar adalah layanan premium. Pelanggan membayar untuk kenyamanan (makanan diantar ke depan pintu). Maka wajar jika harganya berbeda dengan makan di tempat.
Berikut adalah rumus keramat untuk menetapkan harga jual di aplikasi agar margin Anda tetap utuh meski terkena potongan biaya admin GrabFood terbaru.
Rumus Pembagi (The Divisor Method)
Banyak orang salah hitung dengan cara: “Harga Modal + 30%”. Ini SALAH BESAR. Matematika persentase tidak bekerja seperti itu (karena potongan dihitung dari harga akhir, bukan harga awal). Rumus yang benar adalah:
Harga Jual Aplikasi = Harga Jual Offline ÷ (1 – Persentase Komisi)
Penerapan pada Kasus Pak Budi:
• Harga Offline yang diinginkan: Rp40.000
• Komisi Grab: 30% (0.3)
• Rumus: Rp40.000 ÷ (1 – 0.3)
• Rumus: Rp40.000 ÷ 0.7
• Harga Jual Aplikasi: Rp57.142 (Bulatkan menjadi Rp58.000 atau Rp60.000)
Simulasi Ulang Dengan Harga Baru:
- Harga Jual di Aplikasi: Rp58.000
- Total Omzet (2 Loyang): Rp116.000
- Potongan Grab (30%): Rp34.800
- Pendapatan Bersih: Rp116.000 – Rp34.800 = Rp81.200
Hasil Akhir:
Pak Budi menerima Rp81.200 bersih.
Padahal target harga offline-nya (untuk 2 loyang) adalah Rp80.000.
Artinya, Pak Budi sudah mengamankan margin keuntungannya sepenuhnya, bahkan ada surplus Rp1.200. Dengan cara ini, bisnis Pak Budi aman dari gerusan biaya admin GrabFood terbaru.
Kapan Biaya Admin Bisa Lebih Murah?
Apakah angka 30% itu harga mati? Tidak selalu. Di tahun 2026, Grab menyediakan beberapa skema kemitraan yang mungkin memiliki struktur biaya berbeda, meskipun biasanya menuntut komitmen lebih dari merchant.
1. Skema “Self-Delivery” (Kirim Sendiri)
Jika Anda memiliki armada kurir sendiri dan hanya menggunakan GrabFood sebagai etalase pesanan (Marketplace Only), biaya komisinya biasanya jauh lebih rendah (sekitar 10-15%). Namun, skema ini jarang diambil oleh UMKM karena repot mengelola kurir dan jangkauan pengirimannya terbatas.
2. Program Kampanye Khusus (GrabFood Signature)
Terkadang Grab menawarkan program eksklusif di mana merchant yang bersedia memberikan promo diskon besar atau menu eksklusif akan mendapatkan subsidi biaya layanan. Namun, hati-hati menghitungnya. Jangan sampai subsidi biaya admin yang kecil (turun 5%) tidak sebanding dengan biaya diskon promo yang Anda bakar (diskon 50%). Selalu kembali ke hitungan laba rugi. Pelajari juga perbandingannya dengan kompetitor di perhitungan bagi hasil GoFood.
Rekomendasi Alat:
Menghitung markup harga, pajak, dan komisi secara manual seringkali bikin pusing dan rawan salah hitung. Saya sangat menyarankan Anda menggunakan bantuan Claude AI. Cukup ketik “Modal saya X, Komisi Grab 30%, berapa harga jual saya?”, dan AI akan menghitungkannya detik itu juga.
Cara Mengecek Laporan Potongan di Aplikasi
Transparansi adalah kunci. Sebagai mitra usaha yang cerdas, Anda wajib mengecek laporan keuangan setidaknya seminggu sekali. Jangan hanya percaya pada notifikasi transfer bank.
Langkah di Aplikasi GrabMerchant:
- Buka aplikasi GrabMerchant.
- Pilih menu Keuangan (Finance) atau Laporan (Report).
- Pilih periode waktu (Harian/Mingguan).
- Unduh laporan dalam format PDF atau Excel.
- Perhatikan kolom “Service Fee” atau “Commission” (termasuk PPN).
- Cocokkan dengan hitungan manual Anda. Jika ada selisih yang mencurigakan (misal potongan tiba-tiba 40%), segera hubungi Pusat Bantuan Grab.
Kesimpulan: Berdamai dengan Biaya Admin
Pada akhirnya, biaya admin GrabFood terbaru sebesar 30% adalah biaya yang harus kita bayar untuk mendapatkan kemudahan teknologi dan akses pasar yang luas. Jangan melihatnya sebagai “Pungli”, tapi lihatlah sebagai biaya “Marketing dan Logistik” yang Anda outsourcing-kan ke Grab. Jika Anda harus menggaji kurir sendiri, menyewa ahli IT buat aplikasi, dan pasang iklan di baliho, biayanya pasti jauh lebih besar dari 30%.
Kunci suksesnya ada pada adaptasi. Adaptasi harga, adaptasi menu, dan adaptasi mental. Jangan takut menaikkan harga di aplikasi asalkan kualitas makanan Anda sepadan. Pelanggan GrabFood adalah pembeli yang mengutamakan kenyamanan, bukan pembeli yang super sensitif harga.
Untuk memahami tren ekonomi digital lebih luas yang mempengaruhi kebijakan harga platform, Anda bisa membaca laporan dari Kemenko Perekonomian.
Sekarang coba ambil kalkulator, cek harga menu terlaris Anda di aplikasi. Apakah setelah dipotong 30% marginnya masih sehat? Jika belum, ubah harganya sekarang juga sebelum boncos berlanjut!
Pertanyaan Umum (FAQ)
-
Apakah biaya admin GrabFood 2026 sama untuk semua kota?
Umumnya kebijakan 30% berlaku nasional. Namun, terkadang ada kebijakan insentif khusus untuk kota-kota baru di mana Grab baru melakukan ekspansi pasar, di mana komisinya bisa sedikit lebih rendah untuk periode tertentu. -
Apakah driver mendapatkan bagian dari biaya admin 30% ini?
Tidak secara langsung. Potongan 30% adalah pendapatan perusahaan Grab. Driver mendapatkan pendapatan dari Ongkos Kirim (Delivery Fee) yang dibayar pelanggan + Insentif performa dari Grab. Jadi, memotong pendapatan merchant bukan berarti uangnya lari ke driver. -
Bagaimana jika saya ingin berhenti jadi mitra karena biaya admin kemahalan?
Anda bisa mengajukan penonaktifan akun melalui aplikasi GrabMerchant atau Pusat Bantuan. Namun, pertimbangkan kembali: Apakah hilangnya omzet dari channel online (meski margin tipis) lebih baik daripada tidak ada omzet online sama sekali? Seringkali, omzet online membantu perputaran stok bahan baku agar tidak terbuang (Cash Flow).








