9 Cara Agar Jualan Makanan Online Ramai Pembeli Trik Ampuh 2025

Halo rekan-rekan seperjuangan, para UMKM tangguh, dan mahasiswa saya yang selalu haus ilmu. Pernahkah Anda mengalami momen horor ini: Anda sudah bangun pagi buta, belanja ke pasar, memasak dengan penuh semangat, lalu duduk manis menunggu bunyi notifikasi “Ting!” dari HP… tapi sampai sore, HP Anda membisu? Sepi, hening, dan mencekam.
Saya tahu rasanya, karena saya pun pernah berada di posisi itu saat awal merintis. Rasa lelah fisik mungkin bisa ditahan, tapi rasa lelah mental karena dagangan tidak laku itu yang sering bikin putus asa. Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru gantung celemek! Seringkali masalahnya bukan pada rasa masakan Anda, tapi pada strategi “memancing” di kolam digital. Sebelum kita bedah strateginya, mari kita samakan frekuensi dulu tentang potensi pasar ini lewat artikel keuntungan jualan online untuk usaha rumahan kuliner. Yakinlah, ikannya banyak, kail kita saja yang perlu diperbaiki.
Diagnosa Awal: Masalah Trafik atau Konversi?
Dalam mata kuliah pemasaran digital, saya selalu mengajarkan rumus sederhana: Penjualan = Trafik x Konversi.
- Masalah Trafik: Toko Anda sepi pengunjung. Orang bahkan tidak tahu toko Anda ada.
- Masalah Konversi: Orang mampir (klik) ke toko Anda, tapi keluar lagi tanpa membeli.
Artikel panduan cara agar jualan makanan online ramai ini akan membedah solusi untuk kedua masalah tersebut secara mendalam.
Strategi 1: Membedah “Jeroan” Algoritma Aplikasi (GoFood/GrabFood/ShopeeFood)
Aplikasi pesan antar itu ibarat Mall raksasa. Toko yang ramai adalah toko yang ditaruh pengelola Mall di pintu depan (Halaman Utama). Bagaimana cara agar toko kita dipajang di sana?
A. Mainkan “Gacor” di Jam Sibuk
Algoritma menyukai toko yang aktif dan responsif. Buka toko Anda konsisten minimal 15 menit sebelum jam makan siang (pukul 10.45) dan jam makan malam (16.45). Jangan sering buka-tutup di jam krusial ini.
B. Kecepatan Penyiapan Makanan
Salah satu faktor penentu rating algoritma adalah durasi penyiapan. Jika rata-rata resto lain menyiapkan nasi goreng dalam 15 menit, dan Anda bisa selesai dalam 10 menit, algoritma akan memprioritaskan resto Anda karena dianggap memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.
Untuk memahami lebih dalam tentang biaya dan cara kerja sistem ini, Anda wajib membaca panduan biaya daftar dan mekanisme GoFood agar tidak salah strategi harga.
Strategi 2: Revolusi Visual (Mata Turun ke Perut)
Ini poin yang paling sering saya tegur ke mahasiswa saya. “Kalian jualan makanan atau jualan teka-teki?” Foto yang gelap, buram, dan tidak jelas adalah pembunuh selera nomor satu.
Di dunia online, pelanggan tidak bisa mencium aroma rendang Anda. Mereka membeli “Foto”. Foto yang glowing, berminyak (juicy), dan terang adalah kunci utama agar orang berhenti scrolling dan menekan tombol beli.
Apakah harus sewa fotografer mahal? Tidak perlu. Anda bisa modal HP saja, asalkan didukung alat yang tepat. Saya merekomendasikan investasi kecil ini untuk dampak besar:
Studio Mini Box (Foto Produk Pro)
Dan jika Anda ingin membuat video Reels/TikTok proses memasak yang viral, pastikan video stabil (tidak goyang). Wajib punya ini:
Tripod HP Kokoh & Fleksibel
Strategi 3: Teknik Copywriting Menu (Nama yang “Menjual”)
Mana yang lebih menarik minat Anda?
- “Nasi Goreng Spesial”
- “Nasi Goreng Gila Maut (Toping Sosis + Bakso Melimpah)”
Pasti yang kedua, kan? Itu namanya Copywriting. Ubah nama menu standar Anda menjadi nama yang deskriptif dan emosional. Gunakan kata-kata “Power Words” seperti: Melimpah, Lumer, Pedas Nampol, Creamy, Renyah.
Jika Anda bingung merangkai kata-kata promosi yang memikat, zaman sekarang kita bisa minta bantuan kecerdasan buatan.
Claude AI (Asisten Copywriting Cerdas)
Strategi 4: Psikologi Diskon dan Bundling (Decoy Effect)
Mengapa paket “Combo” di restoran cepat saji selalu laris? Karena konsumen merasa “Rugi kalau tidak beli paket”.
Terapkan di toko online Anda. Daripada hanya menjual Ayam Geprek (Rp 15.000), buatlah paket:
Paket Kenyang: Ayam Geprek + Nasi + Es Teh Jumbo = Rp 22.000.
Pelanggan akan cenderung memilih paket karena merasa lebih hemat (padahal itu menaikkan omzet Anda). Pastikan Anda sudah menghitung HPP dengan benar agar diskon ini tidak membuat rugi. Pelajari juga keuntungan fitur promo di GoFood untuk memaksimalkan strategi ini.
Strategi 5: Jemput Bola dengan WhatsApp Marketing
Jangan hanya pasrah menunggu notifikasi aplikasi. Saat toko sepi, Anda harus “berisik” di saluran lain. Saluran yang paling personal dan konversinya tinggi adalah WhatsApp.
Simpan nomor setiap pelanggan yang pernah memesan. Minta izin untuk menyimpan nomor mereka. Saat jam makan siang (sekitar jam 10.30), update status WA dengan foto makanan yang baru matang (masih berkebul). Teksnya cukup: “Baru matang nih Kak, siap kirim buat makan siang. Stok tinggal 5 porsi ya!” (Teknik Scarcity/Kelangkaan).
Teknik lengkapnya bisa Anda pelajari di artikel cara jualan makanan lewat WhatsApp Business.
Strategi 6: Social Proof (Bukti Sosial)
Mengutip perilaku konsumen dari Wikipedia Industri Makanan, konsumen modern memiliki tingkat kepercayaan rendah terhadap iklan, tapi kepercayaan tinggi terhadap ulasan sesama konsumen.
Toko dengan rating 4.9 dan 1000 ulasan pasti lebih dipilih daripada toko rating 5.0 tapi baru 2 ulasan.
Cara mendapatkan ulasan:
1. Berikan bonus kecil (permen/kerupuk) dengan pesan kecil: “Bonus buat Kakak. Kalau suka, bantu bintang 5 ya Kak.”
2. Respon setiap ulasan yang masuk, baik positif maupun negatif. Ini menunjukkan bahwa tokonya “hidup”.
Strategi 7: Packaging sebagai Marketing Berjalan
Pernah melihat orang memposting foto kemasan kopi yang ada tulisan tangan barista-nya? Itu marketing gratis!
Kemasan yang unik, aman, dan estetik akan memancing pelanggan untuk melakukan User Generated Content (UGC). Mereka memposting produk Anda di Story mereka secara sukarela.
Pastikan kemasan Anda aman (disegel kabel tis) dan bersih. Jika makanan sampai dalam keadaan tumpah, bukan cuma rating yang hancur, selera makan pelanggan juga hilang.
Strategi 8: Analisa Data dan Pivot
Jangan jualan pakai perasaan, pakailah data. Cek dashboard aplikasi merchant Anda seminggu sekali.
– Menu apa yang paling banyak dilihat tapi tidak dibeli? (Mungkin fotonya kurang menarik atau harganya kemahalan).
– Jam berapa orderan paling ramai? (Fokuskan stok dan tenaga di jam itu).
– Menu apa yang tidak laku sama sekali selama sebulan? (Hapus menu itu, ganti dengan inovasi baru).
Strategi 9: Sedekah dan Mentalitas Pedagang
Terakhir, ini nasihat dari sisi spiritual dan mental. Kadang strategi duniawi sudah maksimal, tapi rezeki masih seret. Sebagai praktisi yang membumi, saya percaya kekuatan berbagi. Sesekali berikan “Jumat Berkah” atau bonus tak terduga ke driver ojol.
Selain itu, jaga mentalitas Anda. Ramai dan sepi itu siklus. Saat sepi, itu waktunya Anda belajar (memperbaiki foto, meracik menu baru). Saat ramai, itu waktunya Anda melayani.
Kesimpulan
Membuat jualan makanan online ramai bukanlah ilmu sihir yang bisa terjadi dalam semalam. Ia adalah akumulasi dari foto yang bagus, rasa yang konsisten, pelayanan yang cepat, dan promosi yang cerdas. Coba praktikkan 9 strategi di atas satu per satu mulai hari ini.
Jangan menyerah hanya karena hari ini sepi. Ingat, restoran legendaris pun dulunya pernah sepi di hari pertama buka. Teruslah memasak dengan cinta dan berinovasi. Dapur harus tetap ngebul, semangat!







