7 Cara Daftar QRIS untuk Warung Perorangan & Biaya Terbaru 2025 (Cepat Cair)

Cara daftar QRIS untuk warung perorangan sebenarnya bisa dilakukan melalui dua pintu utama, yaitu via Bank (seperti BRI atau Mandiri) dan via Agregator (seperti DANA Bisnis atau GoPay Merchant). Prosesnya kini jauh lebih sederhana karena pedagang mikro cukup menyiapkan KTP asli, foto lokasi usaha yang jelas, dan nomor HP aktif, tanpa harus terburu-buru mengurus izin badan hukum yang rumit di awal.
Pernahkah Anda merasa kesal karena batal melayani pembeli hanya gara-gara tidak punya uang kembalian receh? Atau mungkin, Anda sering melihat anak muda zaman sekarang yang balik kanan tidak jadi beli karena di dompetnya tidak ada uang tunai? Saya sangat mengerti frustrasi tersebut. Di lapangan, saya sering bertemu pemilik warung yang mengeluh omzetnya stuck bukan karena barangnya tidak laku, tapi karena cara bayarnya yang masih “kuno”. Faktanya, data dari Bank Indonesia menunjukkan lonjakan triliunan rupiah dalam transaksi digital setiap tahunnya. Jika Anda tidak segera beradaptasi, warung Anda berpotensi ditinggalkan oleh pelanggan yang menginginkan kepraktisan. Artikel ini akan memandu Anda memahami cara daftar QRIS untuk warung perorangan dengan bahasa yang manusiawi, jujur soal biaya potongan, dan strategi agar pengajuan Anda langsung disetujui.
Mengapa Warung Anda Wajib Punya QRIS di 2025? (Bukan Sekadar Tren)
Banyak pemilik toko kelontong curhat kepada saya, “Ah Pak, ribet pakai teknologi, mending uang cash langsung pegang.” Saya tersenyum, lalu saya ceritakan pengalaman saya mendampingi sebuah warung makan di pinggiran kota. Awalnya si Bapak pemilik warung ini juga anti-ribet. Namun, setelah saya paksa sedikit untuk memasang kode QR, omzetnya naik hampir 30% dalam bulan pertama. Kok bisa?
Ini bukan sihir, ini psikologi pembeli. Ketika seseorang membayar tunai, mereka akan menghitung lembaran uang di dompet dan cenderung “sayang” mengeluarkannya. Tapi saat tinggal scan, rasa “sakit” mengeluarkan uang itu berkurang. Akibatnya, mereka sering menambah kerupuk, nambah minum, atau mengambil camilan tambahan tanpa berpikir panjang.
Selain itu, manfaat cara daftar QRIS untuk warung perorangan yang sering dilupakan adalah keamanan. Saya pernah menemui kasus di mana kasir toko salah menghitung kembalian saat jam sibuk, atau lebih parahnya, menerima uang palsu. Dengan sistem digital, uang pas, tidak ada risiko uang palsu, dan Anda tidak perlu pusing keliling pasar cari uang recehan di pagi hari. ๐
Persiapan Syarat: Apakah Wajib Punya NIB?
Inilah pertanyaan yang paling sering mampir ke pesan pribadi saya. “Pak, saya cuma jualan di teras rumah, belum punya izin resmi atau NIB (Nomor Induk Berusaha), apakah bisa daftar?”
Jawabannya: Bisa banget, asal tahu jalurnya.
Berdasarkan pengalaman saya membantu para pedagang pasar, jika Anda mendaftar langsung ke bank besar (seperti menjadi merchant resmi bank BUMN), mereka seringkali meminta NIB sebagai syarat wajib kepatuhan. Ini yang bikin banyak pemula mundur teratur.
Namun, strateginya berbeda jika Anda masuk lewat jalur Agregator atau Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) non-bank. Untuk tahap awal, mereka biasanya mempermudah syarat cara daftar QRIS untuk warung perorangan hanya dengan KTP. NIB memang disarankan untuk diurus belakangan agar limit transaksi Anda lebih besar, tapi untuk memulai, KTP saja sudah cukup.
Berikut dokumen “wajib punya” yang harus Anda siapkan sekarang juga:
- e-KTP Asli: Pastikan fisik KTP-nya ada, bukan fotokopi. Nanti akan difoto secara langsung (live).
- Foto Lokasi Usaha: Ini krusial. Saya sering melihat pengajuan ditolak karena foto warungnya gelap atau berantakan. Pastikan nama warung (jika ada spanduk) terlihat jelas.
- Smartphone: Tidak perlu iPhone mahal, HP Android standar pun bisa.
- Rekening Bank/Akun E-wallet: Untuk menampung uang hasil jualan.
Pilihan Cara Daftar: Lewat Bank vs Agregator (Mana yang Cocok untuk Anda?)
Sebagai mentor, saya tidak akan bilang “semua bagus”. Anda harus memilih sesuai kondisi warung Anda saat ini. Mari kita bedah perbedaannya.
1. Jalur Perbankan (BRI, Mandiri, BCA, dll)
Biasanya proses ini dilakukan dengan mendatangi kantor cabang atau lewat aplikasi mobile banking khusus bisnis mereka.
- Kelebihan: Uang hasil penjualan biasanya langsung masuk ke rekening tabungan utama Anda. Terasa lebih aman bagi yang tidak paham dompet digital.
- Kekurangan: Proses verifikasi cenderung lebih ketat dan memakan waktu (bisa 3-7 hari kerja). Syarat administrasi lebih kaku.
2. Jalur Agregator (DANA Bisnis, GoPay Merchant, OVO, dll)
Ini adalah jalur “tol” yang saya sarankan untuk pemula.
- Kelebihan: Proses cara daftar QRIS untuk warung perorangan di sini sangat cepat. Saya pernah membantu klien mendaftar di pagi hari, sore harinya kode QR statis sudah bisa dipakai. Syaratnya sangat bersahabat.
- Kekurangan: Uang masuk ke saldo dompet digital dulu, baru Anda tarik manual ke rekening bank (meskipun sekarang banyak yang menyediakan fitur settlement otomatis).
โ ๏ธ Penting! Jangan asal pilih nama usaha saat mendaftar. Nama yang Anda input akan muncul di layar HP pembeli saat mereka melakukan scan. Gunakan nama yang mudah dikenali, misal “Warung Bu Joko” atau “Toko Kelontong Berkah”, jangan gunakan nama pribadi yang membingungkan pembeli.
Panduan Langkah demi Langkah Daftar QRIS (Studi Kasus via Agregator)
Agar Anda tidak bingung, saya akan memberikan contoh nyata langkah-langkah cara daftar QRIS untuk warung perorangan menggunakan salah satu agregator populer yang ramah pemula (misalnya DANA Bisnis atau fitur Merchant di dompet digital serupa), karena ini yang paling minim hambatan.
Langkah 1: Upgrade Akun ke Premium Sebelum bisa jadi pedagang, akun pribadi Anda harus terverifikasi. Upload foto KTP dan selfie di aplikasi. Tips dari saya: Saat foto selfie, pastikan cahaya cukup dan jangan pakai aksesoris wajah (kacamata hitam/topi) agar AI bisa mendeteksi wajah Anda dengan cepat.
Langkah 2: Masuk ke Menu Bisnis Cari menu “Daftar DANA Bisnis” atau “GoPay Merchant” di aplikasi. Jangan gunakan akun personal biasa untuk jualan, karena limitnya kecil dan tidak terlihat profesional.
Langkah 3: Lengkapi Profil Warung Di sini Anda diminta mengisi nama toko, jenis usaha, dan jam operasional.
- Tips Lapangan: Pilih kategori usaha “Makanan & Minuman” atau “Kelontong” dengan tepat. Salah pilih kategori bisa menyebabkan biaya potongan (MDR) Anda jadi lebih mahal dari yang seharusnya!
Langkah 4: Upload Foto Warung Sistem akan meminta foto tempat usaha. Ambil foto dari depan yang memperlihatkan stok dagangan Anda. Jika Anda jualan di gerobak atau meja di depan rumah, foto saja apa adanya. Yang penting terlihat ada aktivitas ekonomi di sana.
Langkah 5: Tunggu Verifikasi Biasanya proses ini memakan waktu 1×24 jam. Jika disetujui, Anda akan mendapatkan kode QRIS statis yang bisa langsung disimpan, dicetak, dan ditempel.
Kupas Tuntas Biaya MDR & Kapan Uang Cair (Penting!)
Ini adalah bagian yang sering disembunyikan marketing, tapi saya akan buka-bukaan di sini. Cara daftar QRIS untuk warung perorangan itu gratis di awal (pendaftarannya), tapi ada biaya per transaksi yang disebut MDR (Merchant Discount Rate).
Per kebijakan terbaru yang berlaku efektif, aturannya adalah:
- Transaksi di bawah Rp100.000: Biayanya 0% (Gratis). Ini kabar baik untuk warung kopi atau toko kelontong kecil!
- Transaksi di atas Rp100.000: Dikenakan biaya sekitar 0,3%. Contoh: Ada yang belanja Rp200.000, maka akan terpotong Rp600 perak. Kecil, kan? Anggap saja biaya sedekah atau biaya parkir uang.
Bagaimana dengan pencairan dananya? Harap diingat, uang QRIS TIDAK masuk detik itu juga ke rekening/saldo yang bisa ditarik.
- Jika sesama bank/penyedia: Bisa Same Day (Hari yang sama).
- Jika beda bank/umum: Biasanya H+1 (Hari Kerja). Jadi kalau laku hari Senin, uangnya bersih bisa dipakai hari Selasa.
Oleh karena itu, saya selalu menyarankan klien saya untuk tetap memegang uang tunai secukupnya untuk modal belanja harian di pasar, sambil menunggu dana QRIS cair keesokan harinya.
“Kenapa Pendaftaran Saya Ditolak Terus?” (Solusi Masalah Umum)
Jujur saja, tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada menerima notifikasi “Pendaftaran Ditolak” setelah menunggu berhari-hari. Berdasarkan pengalaman saya mendampingi puluhan UMKM, kegagalan dalam cara daftar QRIS untuk warung perorangan biasanya bermuara pada dua kesalahan sepele yang sering tidak disadari.
Pertama, Foto Identitas & Lokasi yang Asal-asalan. Sistem verifikasi saat ini banyak menggunakan AI (Kecerdasan Buatan). Jika foto KTP Anda ada pantulan cahaya (silau) atau terpotong sedikit saja, sistem akan otomatis menolaknya. Begitu juga foto warung. Saya pernah menangani kasus pedagang bakso yang ditolak 3 kali. Ternyata, dia hanya memfoto tembok kosong. Setelah kami ganti dengan foto gerobak lengkap dengan panci dan spanduk jualan, 5 jam kemudian langsung approved. Intinya: Tunjukkan bahwa bisnis itu nyata.
Kedua, Nama Usaha Tidak Sesuai Kategori. Hati-hati, jangan gunakan nama yang berbau SARA atau merek dagang orang lain. Pastikan juga kategori usaha yang dipilih di aplikasi sesuai dengan fisik usaha Anda. Jangan pilih kategori “Jasa Kesehatan” padahal Anda berjualan sembako. Ketidaksesuaian ini adalah bendera merah bagi tim verifikator.
Tips Mencegah Penipuan “QRIS Palsu” & Bukti Transfer Editan
Sebagai mentor bisnis, saya wajib mengingatkan sisi gelap kemudahan teknologi ini. Anda mungkin pernah mendengar berita viral tentang stiker QRIS kotak amal masjid yang ditimpa oleh stiker pelaku kejahatan, kan? Di warung pun risikonya sama.
Berikut SOP (Prosedur Operasional Standar) sederhana yang “wajib” Anda terapkan kepada siapa pun yang menjaga warung:
- Cek Lokasi Stiker Secara Berkala: Setiap pagi saat buka warung, raba dan cek stiker QRIS yang Anda tempel di etalase/meja. Pastikan tidak ada stiker lain yang menumpuk di atasnya. Pelaku kejahatan sering memanfaatkan kelengahan saat warung ramai.
- Jangan Percaya Layar HP Pembeli 100%: Ini modus paling klasik. Pembeli menunjukkan layar HP “Berhasil Transfer” padahal itu hanyalah gambar hasil editan (screenshot lama).
- Pantau Aplikasi Merchant Anda: Kunci dari keamanan cara daftar QRIS untuk warung perorangan adalah konfirmasi dua arah. Jangan serahkan barang sebelum notifikasi “Uang Masuk” muncul di HP Anda sendiri, bukan di HP pembeli. Jika sinyal lambat, minta pembeli menunggu sebentar dengan sopan. “Sebentar ya Mas, saya cek mutasi dulu biar sama-sama enak.”
๐ข Rekomendasi Alat Pendukung: Agar warung Anda terlihat lebih profesional dan “naik kelas”, serta memudahkan pencatatan, saya sangat menyarankan dua alat murah meriah ini.
- Printer Thermal Bluetooth โ Alat kecil ini bisa cetak struk pembayaran langsung dari HP. Peluang komplain pelanggan berkurang drastis karena ada bukti fisik.Cek Barangnya Di Sini
- Alat Label Harga (Price Labeller) โ Jangan biarkan pembeli tanya “Ini harganya berapa?” terus-menerus. Tempel harga jelas, pembeli lebih nyaman belanja.Cek Barangnya Di Sini
Saatnya Warung Anda “Go Digital” Sekarang Juga!
Bapak dan Ibu pemilik usaha yang tangguh, perubahan zaman itu seperti ombak. Kita bisa memilih untuk diam dan tergulung, atau belajar berselancar di atasnya. Mempelajari cara daftar QRIS untuk warung perorangan mungkin terasa menakutkan bagi yang tidak biasa pegang HP, tapi percayalah, ini adalah investasi leher ke atas yang paling menguntungkan untuk kelangsungan usaha Anda.
Bayangkan kemudahannya: Tidak perlu lagi panik cari uang receh 500 perak ke tetangga sebelah, dan pembukuan Anda tercatat otomatis di aplikasi. Anda bisa tidur nyenyak mengetahui berapa persisnya pendapatan hari ini tanpa perlu menghitung tumpukan uang lecek yang berisiko selisih.
Lakukan langkah kecil hari ini. Ambil KTP Anda, bersihkan kamera HP, dan mulailah mendaftar. Warung Anda berhak untuk maju dan berkembang lebih besar dari hari ini!
FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)
1. Apakah daftar QRIS benar-benar gratis selamanya? Pendaftarannya 100% gratis. Namun, perlu diingat ada biaya layanan (MDR) sebesar 0,3% untuk transaksi di atas Rp100.000. Untuk transaksi mikro di bawah Rp100.000, saat ini kebijakan Bank Indonesia menetapkan tarif 0% alias gratis biaya admin bagi usaha mikro (UMI).
2. Berapa lama proses sampai QRIS bisa dipakai menerima pembayaran? Jika Anda menggunakan jalur agregator (seperti DANA/OVO/GoPay), proses verifikasi biasanya memakan waktu 1×24 jam hingga 3 hari kerja. Jalur perbankan mungkin memakan waktu sedikit lebih lama (hingga 7-14 hari kerja) tergantung kelengkapan dokumen.
3. Saya tidak punya rekening bank, apakah tetap bisa daftar QRIS? Bisa! Inilah kelebihan cara daftar QRIS untuk warung perorangan lewat dompet digital. Uang hasil penjualan akan masuk ke saldo E-Wallet (seperti saldo DANA/GoPay). Nantinya, saldo tersebut bisa Anda tarik tunai di minimarket terdekat atau agen, tanpa wajib punya rekening bank konvensional di awal.








