7 Cara Membuat Promosi di GoFood Anti Boncos Pasti Laris

Anda sudah mendaftar GoFood. Foto menu sudah cantik. Tapi orderan masih sepi. Anda melihat resto sebelah “Banjir Promo” dan ramai, lalu Anda berpikir, “OK, saya harus pasang diskon 50%!” Tahan dulu. Sebagai ahli digitalisasi, saya bisa katakan: itu bukan strategi, itu “bakar uang” yang bisa berujung bunuh diri bisnis. Memahami cara membuat promosi di GoFood bukan sekadar soal menekan tombol “Diskon” di aplikasi GoBiz. Ini adalah seni dan sains.
Faktanya, promo yang efektif bukanlah promo yang paling besar, tapi yang paling *pintar*. Promo adalah alat untuk mencapai tujuan bisnis, entah itu visibilitas, menghabiskan stok, atau mendapatkan pelanggan baru. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah membuat promo tanpa tujuan, yang akhirnya hanya menggerogoti margin profit Anda tanpa mendapatkan loyalitas pelanggan. Artikel ini akan membedah tuntas strategi promo GoBiz yang cerdas, dari psikologi di baliknya hingga langkah teknis di aplikasi.
Analisis Ahli: Memahami Medan Perang Promo (GoFood vs Grab vs Shopee)
Sebelum Anda membuat diskon pertama Anda, penting untuk memahami bahwa Anda tidak bermain sendirian. Anda berada di tengah perang besar antar platform digital. Video di bawah ini memberikan analisis perbandingan yang sangat relevan tentang bagaimana GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood bersaing dalam hal promo dan layanan.
Berdasarkan analisis kami, video ini wajib ditonton. Perhatikan bagaimana setiap platform memiliki “senjata” andalannya masing-masing. GoFood kuat di ekosistem GoPay dan loyalitas. GrabFood agresif dengan OVO Points. ShopeeFood gencar dengan gratis ongkir. Oleh karena itu, cara membuat promosi di GoFood yang efektif harus mempertimbangkan apa yang dilakukan kompetitor Anda, baik di platform yang sama maupun di platform sebelah. Promo Anda harus menonjol!
Tonton: Analisis Perbandingan GoFood, GrabFood, ShopeeFood di YouTube
Mengapa Promo Penting? Membedah Psikologi “Harga Coret”
Kenapa promo begitu kuat? Jawabannya adalah psikologi. Manusia tidak membeli “harga murah”, manusia membeli “perasaan untung”.
Satu, promo memicu FOMO (Fear of Missing Out) atau takut ketinggalan. Label “Diskon Berakhir dalam 2 Jam” menciptakan urgensi yang memaksa pelanggan untuk membeli sekarang juga, bukan besok.
Dua, promo menciptakan Nilai Persepsi (Perceived Value). Harga coret (misalnya, Rp 30.000 menjadi Rp 20.000) membuat pelanggan merasa “pintar” dan “menang” karena telah mendapatkan deal bagus. Akibatnya, mereka merasa lebih puas dengan pembelian tersebut.
Tiga, promo adalah bahan bakar Algoritma Visibilitas. GoFood secara aktif mempromosikan resto yang sedang berpartisipasi dalam kampanye promo (seperti Pesta Kuliner). Artinya, promo adalah cara Anda “membayar” GoFood untuk menempatkan resto Anda di halaman depan aplikasi. Ini adalah “iklan” yang Anda bayar dengan margin profit Anda.
Ini juga sejalan dengan alasan orang lebih suka pesan GoFood, yaitu untuk mendapatkan “deal” dan kenyamanan. Promo Anda menjawab kebutuhan psikologis mereka.
Langkah Teknis: Cara Membuat Promosi di GoFood (Aplikasi GoBiz)
Baik, mari kita masuk ke bagian teknis. Bagaimana cara membuat promo di aplikasi GoBiz? Praktik terbaik adalah selalu membuat promo melalui aplikasi GoBiz di HP Anda, karena ini adalah cara tercepat.
Panduan Langkah-demi-Langkah (Tombol per Tombol)
- Buka aplikasi GoBiz Anda.
- Di halaman utama, cari dan ketuk menu “Promo”. (Biasanya di bagian bawah).
- Anda akan melihat beberapa pilihan. Ketuk tombol “Buat Promo Baru” (biasanya tombol plus besar berwarna hijau atau biru).
- Pilih Jenis Promosi: Ini adalah bagian krusial. Anda akan diberi pilihan seperti:
- Diskon Menu: Memberi potongan harga pada menu spesifik.
- Diskon Total Belanja: Memberi potongan (persen atau nominal) jika pelanggan belanja senilai jumlah tertentu.
- Promo Ongkos Kirim: Anda menanggung sebagian ongkir (biasanya bekerja sama dengan Gojek).
- Paket Menu (Bundling): Membuat paket (misal: Nasi + Ayam + Es Teh).
- Atur Detail Promo:
- Nama Promo: Buat yang menarik! (Contoh: “PROMO GAJIAN”, “FLASH SALE 11.11”).
- Periode Promo: Tentukan tanggal mulai dan berakhir. Jangan buat promo “selamanya”. Promo yang efektif memiliki batas waktu.
- Nilai Diskon: Masukkan angka (misal: “20%” atau “Rp 10.000”).
- Syarat & Ketentuan: Atur “Minimal Pembelian” jika perlu. Ini penting agar tidak boncos.
- Tinjau dan Aktifkan: Periksa kembali semua pengaturan Anda. Pastikan tidak ada salah ketik (salah nol bisa fatal!). Jika sudah yakin, ketuk “Aktifkan” atau “Simpan”.
Selesai! Promo Anda akan ditinjau oleh tim GoFood (biasanya cepat) dan akan aktif sesuai tanggal yang Anda tentukan.
7 Strategi Promo GoBiz yang Pintar (Anti Boncos)
Bisa menekan tombol di atas itu mudah. Membuat promo yang menghasilkan uang, itu baru sulit. Berikut adalah tips membuat diskon GoFood yang strategis.
Strategi 1: Tentukan Tujuan Anda (Goal Setting)
Jangan pernah membuat promo tanpa tujuan. Setiap promo harus punya misi:
- Tujuan: Meningkatkan Visibilitas (Awareness): Gunakan diskon persentase besar (misal: 40% – 50%) tapi dengan *maksimal potongan* (misal: maks 15rb). Tujuannya agar resto Anda muncul di halaman depan. Anda “membeli” pelanggan baru.
- Tujuan: Menghabiskan Stok (Inventory Clearing): Bahan X mau kedaluwarsa? Buat promo “Beli 1 Gratis 1” khusus untuk menu berbahan X.
- Tujuan: Menaikkan Rata-Rata Order (Basket Size): Gunakan diskon nominal dengan syarat. “Diskon 20rb dengan min. belanja 80rb”. Ini “memaksa” orang belanja lebih banyak.
Strategi 2: “Harga Coret” Adalah Senjata Utama Anda
Ini adalah strategi promo GoBiz paling klasik. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah memberi harga normal Rp 20.000, lalu didiskon 10% jadi Rp 18.000. Tidak menarik!
Praktik terbaik adalah: Naikkan dulu harga normal (markup) menu Anda secara wajar di aplikasi (misal: harga offline Rp 20rb, harga di GoFood Rp 25rb). Kemudian, berikan diskon 20% dari harga Rp 25rb itu. Hasilnya? Harga promo menjadi Rp 20.000.
Pelanggan melihat Rp 25.000 Rp 20.000. Mereka merasa untung besar, padahal Anda hanya menjual dengan harga normal offline Anda. Anda dapat visibilitas, pelanggan dapat kepuasan psikologis.
Strategi 3: “Bundling”, Raja dari Segala Promo
Ini adalah jenis promosi GoFood yang efektif dan favorit saya. Alih-alih mendiskon satu item, buatlah paket.
- Paket Hemat: Nasi + Ayam + Es Teh = Rp 25.000 (Harga normal Rp 30.000)
- Paket Rame-rame: 3 Ayam + 3 Nasi + 1L Es Teh = Rp 75.000
Strategi 4: Gunakan Promo “Flash Sale” di Jam Sepi
Dapur Anda nganggur dari jam 2 siang sampai jam 5 sore? Ini adalah pemborosan biaya operasional. Gunakan fitur promo untuk “meratakan” kurva pesanan Anda.
Buat promo khusus “PROMO JAM NANGGUNG” yang hanya aktif dari jam 14.00 – 17.00. Contohnya, “Diskon 30% Semua Minuman Kopi”. Ini akan menarik trafik di jam-jam sepi dan membuat dapur Anda tetap sibuk.
Strategi 5: Promo Ongkir? Hati-hati!
Promo gratis ongkir sangat disukai pelanggan. Namun, ini bisa sangat mematikan bagi margin Anda jika Anda menanggungnya sendiri. Praktik terbaik adalah hanya mengikuti kampanye promo ongkir yang disubsidi oleh Gojek. Jangan berinisiatif menanggung ongkir 100% sendirian kecuali Anda sudah menghitungnya dengan sangat matang.
Strategi 6: Jangan Lupakan Branding di Kemasan Promo Anda!
Promo akan mendatangkan banyak *pelanggan baru*. Ini adalah kesempatan emas Anda untuk “kencan pertama”. Apa yang terjadi jika promo Anda sukses, tapi kemasan Anda polos, bocor, dan tidak ada merek? Pelanggan akan lupa siapa Anda besok hari.
Setiap paket promo yang keluar wajib memiliki identitas Anda. Minimal, tempelkan Stiker Label Pengiriman dengan logo Anda. Lebih baik lagi? Sisipkan Kartu Ucapan Terima Kasih kecil. Ini membangun loyalitas. Promo mendapatkan pelanggan, tapi branding mempertahankan mereka.
Jangan Biarkan Promo Anda Sia-sia!
Promo menarik pelanggan baru. Kartu ini membuat mereka ingat dan kembali lagi. Investasi branding termurah!
Cek Desain Kartu Terima KasihStrategi 7: Operasional Harus Siap “Perang”
Apa gunanya promo diskon 50% jika dapur Anda kewalahan? Pesanan telat disiapkan, banyak order dibatalkan, atau rasa jadi asal-asalan. Akibatnya? Anda tidak dapat untung, malah dapat *rating buruk*. Rating buruk akan membunuh resto Anda lebih cepat daripada tidak ada promo.
Sebelum menyalakan promo besar, pastikan:
- Stok bahan baku aman.
- Alur kerja dapur efisien. Nota pesanan harus jelas.
- Gunakan alat bantu seperti Printer Thermal agar nota pesanan GoBiz tercetak otomatis, rapi, dan tidak ada salah order.
Promo Ramai? Jangan Sampai Salah Order!
Cetak order GoBiz otomatis & profesional. Tak perlu tinta, cepat, dan anti salah pesanan!
Cek Harga Printer Thermal GoBizLangkah Lanjutan: Menganalisis Data Promo Anda
Setelah promo selesai, pekerjaan Anda belum selesai. Buka GoBiz > Laporan > Promo. Lihat datanya.
- Berapa banyak item promo terjual?
- Apakah pelanggan juga membeli item non-promo? (Ini indikator *upselling* yang bagus).
- Bagaimana rating Anda selama periode promo? Apakah naik atau turun?
Membuat promo adalah bagian dari ekosistem digital yang lebih besar. Jika Anda ingin bisnis Anda benar-benar “naik kelas”, Anda perlu memikirkan aset digital lainnya. Kami memiliki panduan lengkap tentang ini.
Lihat Panduan Digital Lengkap untuk UKMKesimpulan: Promo Adalah Alat, Bukan Tujuan
Pada akhirnya, cara membuat promosi di GoFood yang sukses adalah tentang strategi. Jangan terjebak dalam “perang harga” yang bodoh. Gunakan promo sebagai alat bedah yang tajam: untuk menarik pelanggan baru, untuk meningkatkan visibilitas, untuk menghabiskan stok, atau untuk menaikkan nilai keranjang belanja.
Ingat, praktik terbaik adalah promo yang menguntungkan kedua belah pihak: pelanggan merasa “untung” mendapatkan diskon, dan Anda “untung” mencapai tujuan bisnis Anda (entah itu profit, visibilitas, atau loyalitas). Selamat mencoba strategi promo GoBiz Anda!
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Promo GoFood
1. Apa jenis promosi GoFood yang paling efektif untuk resto baru?
Untuk resto baru, jenis promosi GoFood yang efektif adalah “Diskon Persentase” (misal: 40% maks 15rb) yang digabung dengan kampanye GoFood. Tujuannya bukan profit, tapi visibilitas dan mendapatkan *ulasan pertama* secepat mungkin.
2. Apakah “markup” harga sebelum diskon itu curang?
Tidak. Itu adalah Oleh karena itu, Anda *wajib* menaikkan harga jual di aplikasi untuk menutupi biaya tersebut agar bisnis Anda tetap sehat.
3. Seberapa sering saya harus membuat promosi di GoFood?
Jangan terus-menerus. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah “Diskon Selamanya” yang membuat pelanggan tidak menghargai harga normal Anda. Praktik terbaik adalah membuat promo strategis yang memiliki batas waktu (misal: promo gajian, promo tanggal kembar) untuk menciptakan urgensi (FOMO).
4. Promo saya sudah berjalan, tapi kok orderan tetap sepi?
Cek tiga hal: 1. Foto Menu Anda: Apakah sudah menarik? 2. Harga Coret: Apakah diskonnya terlihat “wow” secara psikologis? 3. Jam Buka: Apakah Anda buka di jam-jam ramai? Promo tidak akan menolong jika foto menu Anda gelap dan buram.
5. Apakah lebih baik Diskon Persen (%) atau Potongan Nominal (Rp)?
Berdasarkan analisis kami, secara psikologis: Persen (%) lebih menarik untuk harga murah (misal: Diskon 50% untuk kopi 20rb). Nominal (Rp) lebih menarik untuk harga mahal (misal: Potongan 50rb untuk paket keluarga 200rb). Gunakan sesuai strategi Anda.








