5 Rumus Cara Menghitung Break Even Point Makanan 2026: Rahasia Kapan Balik Modal

Prinsip utama dalam menerapkan cara menghitung break even point makanan yang akurat di tahun 2026 adalah memisahkan dengan tegas antara Biaya Tetap (*Fixed Cost*) seperti sewa tempat dan gaji karyawan, dengan Biaya Variabel (*Variable Cost*) seperti bahan baku per porsi. Rumus dasar yang wajib dipegang oleh setiap pengusaha kuliner adalah: BEP (Unit) = Biaya Tetap รท (Harga Jual per Porsi – Biaya Bahan Baku per Porsi). Dengan mengetahui angka ini, Anda bisa menetapkan target penjualan harian minimal agar usaha tidak merugi.
Seringkali saya bertemu dengan pengusaha kuliner yang terlihat sibuk luar biasa, warungnya ramai, orderan GoFood bunyi terus, tapi di akhir bulan mereka bingung karena saldo rekeningnya tidak bertambah. “Perasaan laku keras, kok uangnya pas-pasan buat belanja lagi?” keluh mereka. Ini adalah gejala klasik dari bisnis yang berjalan tanpa mengetahui Titik Impas atau Break Even Point (BEP). Mereka berjualan, tapi tidak tahu di porsi keberapa mereka sebenarnya mulai mencetak keuntungan.
Mengetahui BEP bukan sekadar tugas kuliah akuntansi, tapi ini adalah kompas bisnis Anda. Tanpa BEP, Anda seperti menyetir mobil dalam kegelapan tanpa tahu arah. Apakah target 50 porsi sehari itu cukup? Atau sebenarnya Anda butuh 100 porsi untuk menutup biaya sewa ruko yang mahal? Dalam panduan ini, kita akan membedah cara menghitung break even point makanan dengan bahasa manusiawi yang mudah dicerna, tanpa istilah rumit yang bikin pusing. Jika Anda belum yakin dengan harga jual Anda, coba cek dulu di cara hitung HPP makanan.
1. Membedakan Biaya Tetap dan Biaya Variabel
Sebelum masuk ke rumus, Anda wajib mengelompokkan pengeluaran Anda ke dalam dua keranjang berbeda. Ini langkah pertama dalam cara menghitung break even point makanan.
Biaya Tetap (Fixed Cost)
Biaya ini SELALU ADA dan nilainya TETAP, mau Anda jualan laku 1 porsi atau 1.000 porsi, atau bahkan tutup sekalipun.
โข Sewa Ruko/Tempat.
โข Gaji Karyawan (Gaji Pokok).
โข Biaya Internet/WiFi (IndiHome/Biznet).
โข Penyusutan Alat.
Contoh Total: Rp5.000.000 per bulan.
Biaya Variabel (Variable Cost)
Biaya ini BERUBAH mengikuti jumlah porsi yang terjual. Semakin banyak laku, semakin besar biayanya.
โข Bahan Baku (Ayam, Beras, Sayur).
โข Kemasan (Box, Sendok, Plastik).
โข Gas LPG (bisa masuk sini jika hitungannya per porsi).
Contoh: Rp10.000 per porsi.
2. Rumus BEP Unit (Berapa Porsi Harus Terjual?)
Ini adalah rumus yang paling sering dipakai untuk menentukan target harian tim penjualan.
Rumus:
BEP Unit = Biaya Tetap รท (Harga Jual – Biaya Variabel)
Simulasi Kasus Warung Bakso:
โข Biaya Tetap Bulanan: Rp6.000.000 (Sewa + Gaji).
โข Harga Jual Bakso: Rp20.000 per mangkuk.
โข Modal Bahan (Variable): Rp12.000 per mangkuk.
โข Margin (Kontribusi) per mangkuk: Rp20.000 – Rp12.000 = Rp8.000.
Hitungan BEP:
Rp6.000.000 รท Rp8.000 = 750 Mangkuk per Bulan.
Artinya, Anda harus menjual 750 mangkuk sebulan HANYA untuk balik modal (impas).
โข Target Harian (bagi 30 hari): 25 Mangkuk per Hari.
โข Jika laku 26 mangkuk, barulah Anda untung di mangkuk ke-26 itu.
3. Rumus BEP Rupiah (Berapa Omzet Minimal?)
Jika Anda punya banyak menu dengan harga beda-beda, gunakan target omzet Rupiah.
Rumus:
BEP Rupiah = Biaya Tetap รท (Margin Profit dalam %)
โข Dari contoh Bakso tadi, marginnya adalah Rp8.000 dari harga Rp20.000 = 40%.
โข Hitungan: Rp6.000.000 รท 40% = Rp15.000.000.
โข Artinya, omzet minimal warung Anda harus Rp15 Juta sebulan supaya tidak rugi.
4. Strategi Menurunkan Titik BEP
Jika target 25 mangkuk sehari terasa berat (karena warung masih sepi), apa yang harus dilakukan? Anda punya dua tuas kendali:
Naikkan Harga Jual (Risiko Pelanggan Lari)
Jika harga naik jadi Rp22.000, margin naik jadi Rp10.000. BEP turun jadi 600 mangkuk/bulan (20 porsi/hari). Lebih ringan targetnya, tapi pastikan kualitasnya sepadan.
Tekan Biaya Variabel (Efisiensi)
Cari supplier ayam yang lebih murah atau kurangi porsi sedikit. Jika modal bahan turun jadi Rp10.000, margin naik jadi Rp10.000. Efeknya sama: target porsi turun.
5. BEP vs ROI (Return on Investment)
Jangan tertukar. BEP operasional (yang kita bahas ini) berbeda dengan BEP Modal Awal (Balik Modal Investasi).
โข BEP Operasional: Titik di mana pemasukan bulanan = pengeluaran bulanan (0 Rupiah).
โข ROI/Balik Modal: Kapan uang renovasi dan beli gerobak Rp50 Juta kembali? Itu dihitung dari Laba Bersih bulanan yang dikumpulkan.
Rekomendasi Alat:
Menghitung BEP manual setiap bulan bisa membingungkan jika menu Anda banyak. Gunakan bantuan Claude AI untuk membuatkan simulasi tabel BEP di Excel. Cukup masukkan daftar biaya tetap dan variabel Anda, AI akan menghitungkan target penjualan harian Anda secara otomatis.
Kesimpulan Angka Penentu Nasib
Memahami cara menghitung break even point makanan adalah ilmu wajib bagi pengusaha yang ingin tidur nyenyak. Dengan tahu angka BEP (misal: “Saya harus jual 25 porsi”), Anda punya target yang jelas setiap bangun pagi. Anda tahu kapan harus nge-gas promosi dan kapan bisa bernapas lega.
Bisnis tanpa target BEP adalah hobi yang mahal. Mulai hari ini, bedah pengeluaran Anda, pisahkan yang tetap dan variabel, lalu temukan “Angka Keramat” bisnis Anda.
Untuk panduan manajemen keuangan lebih lanjut, Anda bisa mengakses modul literasi keuangan di situs Kemenkop UKM.
Berapa target porsi harian Anda untuk bulan ini? 50? 100? Tulis besar-besar di dinding dapur agar semua karyawan semangat mengejarnya!
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apakah biaya marketing (iklan FB/IG) masuk Biaya Tetap atau Variabel?
Tergantung strateginya. Jika Anda menganggarkan budget tetap (misal Rp1 Juta/bulan), itu masuk Biaya Tetap. Tapi jika Anda menganggarkan per konversi penjualan (misal diskon per transaksi), itu masuk Biaya Variabel (mengurangi margin).
Bagaimana jika saya belum mencapai BEP setelah 6 bulan?
Ini tanda bahaya (Red Flag). Evaluasi 3 hal: Apakah lokasi salah? Apakah rasa makanan kurang cocok? Atau apakah biaya operasional Anda terlalu boros (misal kebanyakan karyawan)? Lakukan efisiensi atau pivot strategi segera.
Apakah BEP harus dihitung setiap bulan?
Ya, karena harga bahan baku fluktuatif. Jika harga ayam naik drastis bulan ini, otomatis margin Anda mengecil dan target penjualan (BEP Unit) harus dinaikkan untuk menutupinya. Bisnis itu dinamis, hitungannya pun harus dinamis.








