5 Cara Menghitung Omzet Bersih dan Kotor yang Terbukti Mudah untuk Pemula

Cara menghitung omzet bersih dan kotor adalah metode dasar akuntansi sederhana untuk memisahkan total seluruh pendapatan penjualan (gross) dengan keuntungan murni (net) setelah dikurangi modal pokok dan biaya operasional, guna mengetahui kesehatan finansial sebuah usaha secara nyata.
Halo rekan-rekan pejuang usaha dan bos Muda! Pernahkah Anda mengalami situasi di mana laci kasir penuh sesak dengan uang receh dan kertas, hati rasanya senang bukan main, tapi giliran mau belanja ke pasar besok paginya, kok uangnya pas-pasan atau malah kurang? Kalau pernah, tenang saja, Anda tidak sendirian karena itu lazim dilakukan oleh sebagian besar pengusaha dan Faktanya, ini adalah penyakit klasik yang menyerang hampir 90% pemilik usaha pemula di tahun pertama mereka.
Ilusi “uang kasir adalah uang saya” ini sangat berbahaya. Rasanya kaya raya, jadi beli gorengan, bayar cicilan motor, atau jajan anak diambil langsung dari laci. Padahal, tanpa pemahaman yang benar tentang hitung-hitungan dagang, kebiasaan ini perlahan tapi pasti sedang membunuh toko Anda. Oleh karena itu, hari ini kita akan bedah tuntas bagaimana cara menghitung omzet bersih dan kotor dengan bahasa yang santai, tanpa istilah yang bikin kening berkerut. Yuk, kita mulai rapikan dapur keuangan kita!
Jebakan Batman Bernama Omzet Kotor
Mari kita luruskan satu hal. Uang total yang Anda terima dari pelanggan hari ini itu bukanlah keuntungan Anda. Itu hanyalah titipan. Dalam istilah kerennya, itu adalah Omzet Kotor (Gross Revenue). Banyak pemula yang gagal paham di sini. Mereka mengira cara menghitung omzet bersih dan kotor itu sama saja, padahal bedanya ibarat langit dan bumi.
Omzet kotor adalah akumulasi seluruh uang masuk. Di dalamnya masih bercampur “darah dan daging” usaha Anda, yaitu modal barang. Jika Anda menjual beras seharga Rp12.000, padahal modalnya Rp10.000, maka omzet kotornya adalah Rp12.000. Jika Anda mengambil Rp5.000 dari uang itu untuk jajan bakso, artinya Anda sudah memakan modal usaha sendiri sebesar Rp3.000. Mengerikan, bukan?
⚠️ Penting! Jangan pernah merasa aman hanya karena omzet harian terlihat besar. Besar omzet tidak menjamin besar keuntungan. Fokuslah pada margin (selisih), bukan pada total uang yang dipegang.
Detektif Biaya Mencari Pengeluaran Siluman
Sebelum kita masuk ke angka real, Anda harus menjadi detektif bagi usaha Anda sendiri. Untuk menerapkan cara menghitung omzet bersih dan kotor yang akurat, Anda wajib tahu ke mana saja uang itu pergi selain untuk modal barang.
Seringkali, pemilik warung lupa menghitung biaya-biaya kecil. Plastik kresek, karet gelang, bensin saat kulakan, hingga listrik untuk freezer, itu semua adalah biaya operasional (Operational Expenditure). Bahkan, tenaga Anda sendiri yang menunggui warung dari pagi sampai malam seringkali tidak dihitung gajinya. Akibatnya, laba bersih terlihat besar, padahal semu. Jika biaya-biaya ini tidak dikeluarkan dari omzet kotor, hitungan Anda pasti meleset dan cara menghitung omzet bersih dan kotor yang Anda lakukan menjadi sia-sia.
Apa itu Laba Bersih?
Nah, inilah “uang” yang sebenarnya boleh Anda nikmati. Laba bersih (Net Profit) adalah uang yang benar-benar menjadi hak Anda setelah semua kewajiban lunas. Rumusnya sederhana namun sering dilanggar.
Laba bersih adalah sisa uang setelah omzet kotor dikurangi harga modal barang dan dikurangi biaya operasional. Uang inilah yang boleh Anda gunakan untuk menabung, investasi, atau kebutuhan pribadi. Memahami cara menghitung omzet bersih dan kotor secara terpisah akan menyelamatkan mental Anda dari shock saat melihat saldo akhir bulan. Mungkin angkanya kecil, tapi itulah kenyataan yang sehat, daripada angka besar tapi kopong.

Ini Hitungan Warung Sederhana
Supaya tidak cuma teori, yuk mari kita praktikkan cara menghitung omzet bersih dan kotor menggunakan contoh studi kasus sederhana warung kelontong. Maka Siapkan kalkulator atau kertas dan pulpen anda untuk simulasi penjualan anda. Berikut adalah contoh Simulasinya :
- Hitung Total Penjualan (Omzet Kotor) Jumlahkan semua uang yang masuk hari ini.
- Contoh: Anda menjual 10 karung beras @Rp60.000 dan 20 minyak goreng @Rp15.000.
- (10 x 60.000) + (20 x 15.000) = Rp900.000.
- Ini adalah Omzet Kotor.
- Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Berapa modal yang Anda keluarkan untuk barang yang laku tersebut?
- Modal beras @Rp55.000 x 10 = Rp550.000.
- Modal minyak @Rp13.000 x 20 = Rp260.000.
- Total HPP = Rp810.000.
- Laba Kotor (Gross Profit) = Rp900.000 – Rp810.000 = Rp90.000.
- Kurangi Biaya Operasional (Untuk Ketemu Bersih) Hitung biaya lain-lain hari itu.
- Plastik: Rp5.000.
- Listrik (estimasi harian): Rp10.000.
- Bensin kulakan: Rp10.000.
- Total Biaya = Rp25.000.
- Laba Bersih = Rp90.000 (Laba Kotor) – Rp25.000 (Biaya) = Rp65.000.
Jadi, dari uang Rp900.000 yang Anda pegang, uang yang benar-benar milik Anda (bebas dipakai) hanya Rp65.000. Sisanya wajib diputar kembali ke usaha. Inilah inti dari cara menghitung omzet bersih dan kotor.
📢 Rekomendasi Alat Pendukung: Pusing menghitung manual setiap hari? Manusia tempatnya salah dan lupa. Agar catatan keuangan dan struk belanja Anda rapi seperti minimarket modern, gunakan alat bantu ini. Investasi kecil untuk kerapian jangka panjang.
Mesin Kasir Android Alat ini otomatis menghitung omzet dan memisahkan laporan penjualan harian Anda. Tidak perlu lagi capek mencatat di buku tulis. Sangat membantu penerapan cara menghitung omzet bersih dan kotor secara otomatis.Mesin Kasir Android
Printer Thermal Bluetooth Cetak struk pembelian untuk pelanggan agar warung terlihat profesional dan Anda punya arsip fisik setiap transaksi keluar masuk.Printer Thermal Bluetooth
Berhenti Menebak, Mulai Mencatat
Bisnis yang besar dimulai dari kebiasaan kecil yang benar. Jika Anda malas menerapkan cara menghitung omzet bersih dan kotor, maka Anda sedang berjudi dengan nasib toko Anda. Tidak peduli seberapa kecil warung Anda saat ini, perlakukanlah selayaknya perusahaan besar.
Disiplin memisahkan uang modal dan uang keuntungan adalah kunci agar usaha bisa bertahan bertahun-tahun. Mulailah mencatat hari ini, jangan tunggu besok. Biarkan angka yang bicara, bukan perasaan. Dengan menguasai cara menghitung omzet bersih dan kotor, Anda sudah satu langkah lebih maju daripada pesaing yang masih mencampur uang dagangan dengan uang dapur. Semangat mencatat!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah gaji saya sebagai pemilik masuk ke omzet bersih? Secara teknis akuntansi yang benar, gaji pemilik harusnya dimasukkan ke dalam Biaya Operasional. Jadi, omzet bersih adalah uang yang benar-benar sisa setelah Anda digaji. Ini dana untuk tabungan toko atau ekspansi.
Seberapa sering saya harus menghitung omzet? Untuk cara menghitung omzet bersih dan kotor yang ideal, lakukan pencatatan setiap hari saat tutup toko (harian). Namun, untuk evaluasi mendalam (analisa apakah untung/rugi besar), lakukan rekapitulasi setiap akhir bulan.
Kenapa uang fisik di kasir sering beda dengan hitungan kertas? Ini disebut selisih kas. Bisa terjadi karena uang kembalian yang salah, uang terpakai yang lupa dicatat, atau ada barang yang hilang/rusak tapi tidak didata. Oleh karena itu, ketelitian dalam cara menghitung omzet bersih dan kotor sangat diperlukan untuk meminimalisir selisih ini.








