7 Contoh Broadcast WhatsApp Promosi Makanan yang Sopan Strategi Ampuh Anti Blokir

Contoh broadcast whatsapp promosi makanan yang sopan adalah pesan penawaran yang dikirimkan kepada pelanggan dengan mengutamakan etika, menggunakan bahasa personal yang tidak memaksa, serta dikirimkan pada waktu yang tepat untuk menghindari kesan mengganggu atau spam.
Jangan Sampai Niat Jualan Malah Jadi Musuhan
Halo Sobat Pengusaha Kuliner! Pernah nggak sih, tangan udah gatel ingin kirim info menu baru ke semua kontak di HP, tapi hati deg-degan takut malah diblokir? Atau mungkin Anda pernah nekat kirim pesan, eh malah cuma dapet dua centang biru tanpa balasan? Sakitnya tuh di sini ya, dompet sepi, hati pun perih. Faktanya, ketakutan Anda itu sangat wajar. Di era digital ini, chat pribadi itu ibarat ruang tamu rumah orang. Kalau kita masuk nyelonong teriak-teriak jualan obat, pasti diusir.
Namun, tenang saja. Masalah utamanya bukan pada “apa” yang Anda jual, melainkan “bagaimana” cara Anda mengetuk pintu mereka. Pelanggan sebenarnya suka ditawari makanan, apalagi kalau pas lagi lapar-laparnya. Kuncinya ada pada adab dan strategi komunikasi. Di artikel ini, kita akan bedah tuntas bagaimana meracik kata-kata manis yang bikin pelanggan justru berterima kasih sudah diingatkan makan, lengkap dengan contoh broadcast whatsapp promosi makanan yang sopan yang bisa langsung Anda contek.
Seni Mengirim Pesan Tanpa Terlihat ‘Ngamen’
Sebelum kita masuk ke contoh teks, Anda harus paham dulu fondasinya. Banyak pemilik toko pemula gagal karena mereka menggunakan gaya bahasa robot. Padahal, usaha kuliner itu basisnya adalah rasa dan emosi.
Oleh karena itu, ada tiga pilar utama yang harus Anda pegang teguh sebelum menekan tombol kirim:
Personal dan Akrab: Sebut nama pelanggan jika memungkinkan. Fitur label di WhatsApp Business bisa membantu Anda mengelompokkan ini.
Waktu adalah Kunci (Timing is Key): Jangan kirim contoh broadcast whatsapp promosi makanan yang sopan di jam orang tidur atau jam sibuk kerja (09.00 – 11.00). Kirimlah di jam rawan lapar, yaitu jam 11.30 siang atau jam 16.30 sore.
Visual yang Menggoda: Teks yang sopan wajib didukung foto yang bikin air liur menetes.
⚠️ Penting! Jangan pernah membeli database nomor HP orang asing! Kirimlah pesan hanya kepada orang yang pernah membeli atau menyimpan nomor Anda. Mengirim pesan ke orang asing yang tidak kenal Anda adalah jalan tol menuju pemblokiran massal.
Koleksi Template Broadcast yang Bisa Anda Tiru
Nah, ini dia “daging” dari pembahasan kita. Berikut adalah beberapa skenario dan contoh broadcast whatsapp promosi makanan yang sopan yang sudah terbukti ampuh mendatangkan cuan tanpa bikin pelanggan ilfil.
1. Skenario Hujan/Cuaca Dingin (Emotional Selling) Saat hujan, orang malas keluar tapi perut lapar. Ini momen emas.
“Sore Kak Budi! Hujan-hujan gini emang paling enak makan yang anget dan pedes ya? Kebetulan Seblak Prasmanan kami baru mateng nih kuahnya. Kalau Kakak mager keluar, biar kami antar sampai depan pagar ya. Cek menu di sini [Link]. Hati-hati masuk angin ya Kak!”
2. Skenario Tanggal Tua (Solusi Hemat) Posisikan diri Anda sebagai penyelamat dompet mereka.
“Halo Kakak! Tanggal tua bukan alasan buat makan mie instan terus lho. Kami punya Paket Kenyang Cuma 15 Ribu khusus hari ini. Ini adalah salah satu contoh broadcast whatsapp promosi makanan yang sopan dari kami buat nemenin Kakak berhemat tapi tetap makan enak. Yuk amankan porsinya sebelum kehabisan!”
3. Skenario Menu Baru (Rasa Penasaran) Gunakan kata-kata yang memancing rasa ingin tahu.
“Permisi Kak Sari, maaf mengganggu waktunya sebentar. Kami cuma mau kasih bocoran nih, ada varian Sambal Bakar baru yang pedesnya sopan banget di lidah tapi nendang! Khusus pelanggan setia kayak Kakak, ada diskon 20% buat nyobain hari ini. Penasaran? Balas ‘MAU’ ya Kak!”
Perhatikan pola di atas. Semua contoh broadcast whatsapp promosi makanan yang sopan selalu diawali dengan sapaan, diikuti validasi keadaan (hujan/tanggal tua), dan ditutup dengan penawaran yang tidak memaksa.
Mengapa Kata “Sopan” Itu Menjual?
Mungkin Anda bertanya, kenapa harus repot-repot basa-basi? Faktanya, orang Indonesia itu sangat menghargai tata krama. Ketika Anda menggunakan contoh broadcast whatsapp promosi makanan yang sopan, pelanggan merasa dihargai sebagai manusia, bukan sekadar target penjualan.
Sebuah pesan yang sopan menurunkan pertahanan (defense mechanism) otak pelanggan. Alih-alih langsung berpikir “Ah, iklan lagi”, mereka akan berpikir “Oh, si Abang Bakso perhatian banget ngasih tau pas hujan”. Inilah yang disebut soft selling tingkat tinggi.
Langkah Teknis Mengirim Pesan Massal (Fitur Label)
Punya contoh broadcast whatsapp promosi makanan yang sopan tapi cara kirimnya salah? Sama saja bohong. Jangan kirim manual satu per satu (pegel!), dan jangan bikin Group (pelanggan benci dimasukkan grup tanpa izin). Gunakan fitur Broadcast List atau Label di WhatsApp Business.
Berikut langkah-langkahnya:
Simpan Nomor Pelanggan: Pastikan pelanggan juga sudah menyimpan nomor Anda. Ini syarat mutlak agar pesan broadcast sampai.
Buat Label Baru: Buka WhatsApp Business, klik titik tiga di pojok kanan atas, pilih “Label”. Buat label seperti “Pelanggan Setia” atau “Prospek Baru”.
Masukkan Kontak ke Label: Tandai pelanggan yang sudah pernah beli, masukkan ke label tersebut.
Kirim Pesan ke Label: Masuk ke menu Label, pilih labelnya, lalu klik titik tiga -> “Kirim pesan ke pelanggan”.
Tempel Template: Masukkan teks contoh broadcast whatsapp promosi makanan yang sopan yang sudah Anda siapkan tadi. Sertakan foto, lalu kirim!
Dengan cara ini, pesan akan masuk ke chat pribadi mereka (japri), bukan sebagai grup. Terasa lebih eksklusif dan personal, bukan?
📢 Rekomendasi Alat Pendukung:
Agar foto makanan di broadcast makin menggoda selera, pencahayaan adalah kuncinya. Gunakan alat ini biar hasil foto sekelas studio profesional! Studio Mini Box (Foto Produk) (Klik di sini)
Kalau orderan mulai membludak gara-gara broadcast sukses, jangan tulis bon manual lagi, nanti capek. Cetak struk instan biar makin bonafide. Printer Thermal Bluetooth (Klik di sini)
Mulai Sapa Pelanggan Anda Sekarang!
Anda sudah punya ilmunya, sudah punya alatnya, dan sudah memegang contoh broadcast whatsapp promosi makanan yang sopan. Sekarang, musuh terbesar Anda hanyalah rasa ragu. Ingat, pelanggan Anda itu manusia yang juga butuh makan. Selama niat Anda membantu mereka mendapatkan makanan enak dengan cara yang santun, rezeki tidak akan tertukar.
Jangan menunggu sempurna. Mulailah dengan menyapa 5-10 pelanggan setia Anda hari ini menggunakan pola di atas. Rasakan bedanya respon mereka dibandingkan saat Anda hanya mengirim daftar harga kosong tanpa “permisi”. Yuk, ambil HP Anda dan mulai ketik pesan keramahan sekarang juga!
Pertanyaan yang Sering Muncul (FAQ)
1. Berapa kali sebaiknya saya mengirim broadcast promosi dalam seminggu? Idealnya, kirimkan contoh broadcast whatsapp promosi makanan yang sopan maksimal 1-2 kali seminggu. Jika terlalu sering (setiap hari), pelanggan akan merasa terganggu dan potensi diblokir meningkat drastis. Berikan jeda agar mereka rindu masakan Anda.
2. Bagaimana jika pelanggan tidak membalas pesan saya? Jangan baper (bawa perasaan). Tidak membalas bukan berarti marah. Mungkin mereka sedang sibuk atau belum lapar. Tetaplah konsisten mengirim contoh broadcast whatsapp promosi makanan yang sopan di minggu berikutnya dengan materi berbeda. Seringkali pembelian terjadi pada pesan ketiga atau keempat.
3. Apakah pesan broadcast saya akan sampai jika mereka tidak menyimpan nomor saya? Tidak. Syarat mutlak fitur Broadcast WhatsApp adalah nomor Anda harus tersimpan di kontak penerima. Oleh karena itu, saat mereka beli pertama kali di warung, ingatkan dengan sopan: “Kak, simpan nomor WA kami ya, biar nanti kalau mau pesan lagi gampang dan dapat info diskon khusus.”






