Ini 7 Poin Apa saja Strategi Agar Penjualan Meningkat Laris Manis

Penjualan mentok. Omzet segitu-gitu aja. Anda sudah coba pasang iklan, banting harga, bahkan mungkin ikut-ikutan tren joget di TikTok, tapi hasilnya nihil. Akhirnya, Anda pusing tujuh keliling mengetik di Google: “Apa saja strategi agar penjualan meningkat?” Jika ini adalah Anda, selamat, Anda berada di artikel yang tepat. Sebagai ahli digitalisasi bisnis, saya melihat ribuan UMKM terjebak di lubang yang sama.
Masalahnya? Anda mencari satu “obat ajaib”. Padahal, meningkatkan penjualan itu bukan soal satu trik, tapi soal membangun *sistem*. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah Anda gencar beriklan (mengisi ember) tapi ember Anda bocor (layanan pelanggan buruk, produk tidak konsisten). Oleh karena itu, artikel ini tidak akan memberi Anda trik basi. Kita akan membedah 3 pilar fundamental untuk membangun “Mesin Penjualan” yang sehat dan berkelanjutan. Ini adalah strategi meningkatkan omzet yang sesungguhnya.
Analisis Ahli: “Memancing di Kolam yang Ramai”
Sebelum kita bedah tiga pilarnya, mari kita lihat satu contoh nyata. Video di bawah ini membandingkan platform pesan antar makanan. Kenapa ini relevan dengan pertanyaan “apa saja strategi agar penjualan meningkat”? Karena strategi penjualan pertama dan paling dasar adalah: hadir di tempat pelanggan Anda berkumpul.
Berdasarkan analisis kami, platform seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood adalah “kolam ikan” raksasa yang berisi jutaan pelanggan lapar yang siap membeli. Video ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di sana. Akibatnya, jika Anda jualan makanan tapi tidak ada di platform ini, Anda sudah kalah sebelum berperang. Perhatikan bagaimana perang promo dan visibilitas di aplikasi ini adalah strategi utama mereka. Ini adalah pelajaran pertama kita: jemput bola!
Tonton: Analisis Perbandingan GoFood, GrabFood, ShopeeFood di YouTube
Kesalahan Fatal: Mencari Satu “Obat Ajaib”
Saya ulangi lagi: kesalahan umum yang sering terjadi adalah fokus hanya pada satu hal.
- “Pokoknya iklan!” (Tapi website lemot, admin slow response).
- “Pokoknya produk bagus!” (Tapi tidak ada yang tahu produk itu ada).
- “Pokoknya banting harga!” (Tapi profit tipis, bisnis tidak sehat).
Memperkenalkan “Mesin Penjualan”: 3 Pilar Strategi Meningkatkan Omzet
Untuk mempermudah, bayangkan bisnis Anda adalah sebuah toko. Apa saja strategi agar penjualan meningkat? Anda perlu tiga hal:
- Pilar 1: TRAFFIC (Lalu Lintas) – Bagaimana cara mendatangkan lebih banyak orang ke toko Anda?
- Pilar 2: CONVERSION (Konversi) – Bagaimana cara mengubah pengunjung yang “lihat-lihat” menjadi “pembeli”?
- Pilar 3: RETENTION (Retensi) – Bagaimana cara membuat pembeli datang lagi, lagi, dan lagi?
Anda harus mengerjakan ketiganya secara bersamaan. Mari kita bedah satu per satu.
Pilar 1: Strategi Meningkatkan TRAFFIC (Mendatangkan Pengunjung)
Ini adalah “corong” paling atas. Bagaimana caranya agar orang tahu Anda ada?
1. Digitalisasi adalah Wajib: Jemput Bola!
Seperti yang ditunjukkan video tadi, pelanggan Anda ada di *marketplace*. Praktik terbaik adalah mendaftarkan bisnis Anda di mana pun pelanggan Anda berada.
- Jualan Makanan? Wajib ada di GoFood, GrabFood, ShopeeFood.
- Jualan Barang? Wajib ada di Tokopedia, Shopee, TikTok Shop.
- Jualan Jasa/Toko Offline? Wajib punya Google Bisnisku agar muncul di Google Maps.
2. Content Marketing: Menjadi Magnet, Bukan Penjual Asongan
Berhenti “hard selling” 24/7 di media sosial Anda. “AYO BELI!” “PROMO!” “DISKON!”. Orang akan bosan dan meng-unfollow Anda. Sebaliknya, jadilah magnet dengan memberikan *nilai* (value).
- Jualan Skincare? Buat konten “3 Kesalahan Memakai Sunscreen”.
- Jualan Kopi? Buat video “Cara Seduh Kopi V60 Anti Gagal untuk Pemula”.
- Jualan Baju? Buat konten “Tips Mix & Match Kemeja Putih untuk 5 Acara”.
3. Visual adalah Kunci: “Mata Membeli Duluan”
Di dunia digital, foto dan video adalah “salesman” Anda. Jika foto produk Anda gelap, buram, dan tidak menarik, sebagus apapun produk Anda, tidak akan ada yang melirik. Anda tidak perlu kamera mahal. Faktanya, HP Anda sudah cukup, asalkan didukung pencahayaan yang baik.
Jangan sepelekan investasi kecil seperti Ring Light. Ini adalah alat bantu termurah untuk mengubah foto produk Anda dari “amatir” menjadi “profesional” dalam sekejap. Foto yang bagus adalah tips jitu menaikkan penjualan yang paling dasar.
Foto Produk Gelap Bikin Jualan Seret?
Ubah foto produk Anda jadi profesional dan menarik dengan pencahayaan yang tepat. Modal minim, hasil maksimal!
Cek Harga Ring Light di Sini4. Iklan Berbayar (Paid Ads): “Membeli” Waktu
Content marketing itu butuh waktu (organik). Iklan berbayar (Facebook Ads, Instagram Ads, Google Ads, TikTok Ads) adalah cara Anda “membeli” waktu. Anda membayar untuk langsung tampil di depan target audiens Anda. Ini adalah akselerator, tapi pastikan Anda mengarahkannya ke “toko” yang sudah siap (Pilar 2).
Pilar 2: Strategi Meningkatkan KONVERSI (Mengubah Pengunjung jadi Pembeli)
Oke, pengunjung sudah datang ke Tokopedia atau Instagram Anda. Sekarang, bagaimana cara “merayu” mereka untuk checkout? Ini adalah cara agar jualan laris di level psikologis.
1. Psikologi Harga: Seni “Harga Coret” dan Bundling
Otak manusia tidak rasional.
- Harga Rp 99.000 terasa JAUH lebih murah daripada Rp 100.000 (Psychological Pricing).
- Harga
Rp 150.000Rp 100.000 lebih menarik daripada harga normal Rp 100.000 (Perceived Value). - Membeli “Paket Hemat” (Ayam + Nasi + Teh) seharga Rp 25.000 terasa lebih “untung” daripada membeli satuan (Bundling).
2. Urgensi dan Kelangkaan (FOMO)
Manusia benci ketinggalan. “Promo Berakhir Malam Ini!”, “Sisa 3 Stok Terakhir!”, “Hanya untuk 10 Pembeli Pertama!”. Kalimat-kalimat ini menciptakan urgensi (FOMO – Fear of Missing Out) yang memaksa pelanggan untuk mengambil keputusan *sekarang*, bukan *nanti* (yang seringkali berarti “tidak jadi”).
3. Bukti Sosial (Social Proof): Biarkan Orang Lain Meyakinkan
Kenapa Anda lebih percaya rating bintang 4.9 dari 5.000 ulasan? Itu namanya bukti sosial. Praktik terbaik adalah membanjiri halaman produk Anda dengan testimoni. Tampilkan ulasan pelanggan, foto *unboxing* dari pelanggan, atau logo media yang pernah meliput Anda. Biarkan pelanggan Anda yang meyakinkan calon pelanggan Anda.
4. Hilangkan Gesekan (Frictionless Experience)
Jangan buat orang susah untuk membeli! Setiap langkah ekstra adalah peluang pelanggan kabur.
- Admin Slow Response: Pembunuhan massal terhadap penjualan.
- Website Lemot: Pelanggan akan tutup tab dalam 3 detik.
- Proses Checkout Ribet: “Disuruh isi formulir 2 halaman? Males ah.”
- Opsi Bayar Sedikit: “Nggak ada QRIS? Nggak ada COD? Batal.”
Pilar 3: Strategi Meningkatkan RETENSI (Membuat Pembeli Beli Lagi)
Ini adalah pilar yang paling sering dilupakan UMKM, padahal ini adalah pilar paling menguntungkan. Berdasarkan analisis kami, mencari pelanggan baru (Traffic) 5x lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan lama (Retensi).
1. “The ‘Wow’ Factor”: Pengalaman Unboxing
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menganggap transaksi selesai saat pelanggan sudah transfer. SALAH. Transaksi baru dimulai. Momen *unboxing* adalah “kencan kedua” Anda.
Bayangkan pelanggan membuka paket Anda. Apa yang mereka dapat? Barang dibungkus kresek seadanya? Atau… paket yang rapi, wangi, dan ada satu sentuhan kecil yang tak terduga? Sentuhan kecil itu bisa berupa Kartu Ucapan Terima Kasih dengan tulisan tangan (atau cetak tapi desainnya manis).
Biayanya mungkin hanya Rp 500, tapi efek psikologisnya luar biasa. Pelanggan merasa *dihargai* secara personal, bukan sekadar angka penjualan. Akibatnya, mereka akan ingat Anda dan kemungkinan besar akan memesan lagi.
Ucapkan ‘Makasih’ Bikin Pelanggan Beli Lagi!
Jangan remehkan kekuatan sentuhan personal. Kartu ucapan adalah investasi branding termurah untuk loyalitas!
Cek Desain Kartu Terima Kasih di Sini2. Kumpulkan Database, Bangun Komunitas
Jangan biarkan pelanggan Anda jadi “anonim”. Kumpulkan database mereka (Email atau nomor WhatsApp). Ini adalah aset paling berharga Anda.
Gunakan database ini untuk:
- Memberi info promo eksklusif (buat mereka merasa spesial).
- Memberi ucapan selamat ulang tahun (dengan voucher kecil).
- Minta feedback dan kritik.
3. Program Loyalitas Sederhana
Tidak perlu canggih. “Kumpulkan 5 stempel (dari 5x pembelian) gratis 1 produk” adalah strategi meningkatkan omzet yang sudah terbukti puluhan tahun. Ini memberi pelanggan *alasan* untuk kembali ke Anda, bukan ke kompetitor.
Kesimpulan: Berhenti Mencari 1 Trik, Mulailah Membangun Mesin
Jadi, apa saja strategi agar penjualan meningkat? Jawabannya adalah kombinasi dari ketiga pilar tadi.
- Banjiri “toko” Anda dengan Traffic yang relevan (Platform Digital, Konten Berkualitas).
- Ubah pengunjung menjadi pembeli dengan Konversi yang tinggi (Psikologi Harga, Social Proof, Hapus Gesekan).
- Buat mereka kembali lagi dengan Retensi yang kuat (Sentuhan Personal, Database, Loyalitas).
Siap membangun sistem digital Anda? Kami punya panduan lengkap untuk Anda.
Lihat Panduan Digital Lengkap untuk UKMFAQ: Pertanyaan Umum Seputar Strategi Penjualan
1. Apa strategi penjualan paling cepat untuk pemula?
Strategi tercepat adalah kombinasi Iklan Berbayar (Paid Ads) di Pilar 1 (Traffic) yang diarahkan ke penawaran Harga Coret/Bundling yang kuat di Pilar 2 (Konversi). Ini cepat mendatangkan penjualan, tapi pastikan profit Anda sudah dihitung.
2. Kenapa penjualan saya tiba-tiba turun padahal tidak mengubah apa-apa?
Pasar selalu berubah. Berdasarkan analisis kami, penyebab umumnya adalah: 1. Kompetitor baru masuk dengan harga lebih murah. 2. Tren pasar bergeser. 3. Algoritma platform (IG/Tokopedia) berubah. 4. Pelanggan lama Anda tidak “dirawat” (Pilar 3) sehingga mereka pindah.
3. Lebih penting mana, cari pelanggan baru (Traffic) atau jaga pelanggan lama (Retention)?
Keduanya penting, tapi menjaga pelanggan lama (Retention) jauh lebih menguntungkan. Biaya mencari pelanggan baru 5-7x lebih mahal. Praktik terbaik adalah alokasikan 70% usaha Anda untuk memuaskan pelanggan yang sudah ada (Pilar 3) dan 30% untuk mencari yang baru (Pilar 1).
4. Bagaimana cara menaikkan harga produk tanpa ditinggal pelanggan?
Caranya dengan meningkatkan Perceived Value (Nilai Persepsi). Jangan hanya menaikkan harga, tapi tingkatkan juga: 1. Kualitas Kemasan. 2. Kecepatan Layanan. 3. Berikan “bonus” kecil yang tak terduga. Ini membuat pelanggan merasa kenaikan harga itu “sepadan”.
5. Apa kesalahan terbesar dalam strategi meningkatkan omzet?
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah “bakar uang” di Iklan (Pilar 1) tanpa memperbaiki “ember bocor” di Pilar 2 dan 3. Anda dapat banyak pengunjung, tapi tidak ada yang beli (Konversi rendah) atau tidak ada yang kembali (Retensi rendah). Ini adalah cara tercepat untuk bangkrut.





