7 Jurus Jualan Gofood Laris [Auto Cuan Modal Kecil]
Cara agar jualan di GoFood laris bisa dicapai dengan mengoptimalkan tampilan toko, menyajikan foto menu menarik, merancang promosi jitu, serta menjaga kualitas produk dan pelayanan prima. Fokus pada pengalaman pelanggan dan analisis data akan membantu Anda melipatgandakan omzet secara berkelanjutan.
Masih sering merasa bingung kenapa pesanan di GoFood sepi, padahal sudah pasang menu beragam dan harga kompetitif? Saya tahu rasanya ketika setiap notifikasi yang diharapkan tak kunjung datang, modal terasa terus berputar tanpa hasil signifikan, bahkan kadang sampai merugi. Di tengah persaingan ketat platform digital seperti sekarang, puluhan ribu UMKM kuliner berlomba-lomba menarik perhatian pelanggan. Fakta mengejutkan, banyak pebisnis pemula gagal bukan karena produknya tidak enak, melainkan karena strategi penjualannya di platform digital yang kurang tepat. Padahal, dengan penyesuaian strategi yang jitu, bisnis Anda bisa melejit dan menghasilkan cuan melimpah. Anda tidak sendirian, dan artikel ini akan membimbing Anda langkah demi langkah. Kami akan bongkar 7 jurus rahasia yang sudah teruji di lapangan untuk membuat jualan GoFood Anda laris manis, bahkan dengan modal kecil. Jika Anda ingin melihat data lebih lanjut mengenai perkembangan UMKM digital di Indonesia, bisa cek laporan resmi dari Kementerian Koperasi dan UKM. Mari kita mulai petualangan bisnis digital Anda!
1. Optimalkan Profil dan Tampilan Toko Anda di GoFood
Optimalkan profil toko GoFood dengan melengkapi informasi secara detail, menggunakan nama toko yang mudah diingat, serta menyertakan logo profesional agar menarik perhatian calon pembeli sejak pandangan pertama dan menumbuhkan kepercayaan.
Pernahkah Anda membuka aplikasi GoFood, lalu melihat toko yang informasinya seadanya, namanya sulit dicari, atau logonya buram? Tentu rasanya kurang meyakinkan, bukan? Di lapangan, seringkali terjadi pemilik UMKM menyepelekan detail kecil seperti ini, padahal profil toko adalah etalase digital pertama Anda. Toko yang profesional dan lengkap akan lebih dipercaya oleh pelanggan. Data menunjukkan bahwa calon pembeli cenderung memilih merchant dengan informasi yang lengkap dan terlihat terawat, karena ini menandakan keseriusan dan profesionalisme. Jangan biarkan calon pelanggan ragu hanya karena profil toko Anda kurang meyakinkan.
Untuk membuat profil toko Anda bersinar, mulailah dengan memastikan semua kolom informasi terisi penuh: jam operasional yang akurat, alamat lengkap dengan patokan jelas, nomor telepon yang aktif, dan deskripsi toko yang menceritakan keunikan serta keunggulan Anda. Gunakan logo yang jelas, mudah dikenali, dan merepresentasikan jenis makanan yang Anda jual. Saya pernah menemui kasus di mana sebuah warung bakso kecil berhasil meningkatkan penjualan hingga 30% hanya dengan mengganti logo buram menjadi logo ilustrasi mangkuk bakso yang lebih modern dan mengganti nama “Warung Bakso Bu Siti” menjadi “Bakso Juara Rasa Pedas Nampol”. Perubahan kecil ini mampu menarik perhatian dan membuat pelanggan penasaran.
2. Sajikan Menu Menggoda dengan Foto Profesional dan Deskripsi Menggiurkan
Sajikan menu menggoda di GoFood dengan foto produk berkualitas tinggi dan deskripsi menu yang rinci dan menarik, karena visual dan narasi berperan penting dalam memicu keinginan beli pelanggan, sekaligus menjadi penentu utama apakah mereka akan melanjutkan transaksi atau tidak.
Anda mungkin pernah mengalami dilema ini: melihat menu makanan yang terdengar enak, tapi fotonya buram, gelap, atau bahkan tidak ada sama sekali. Apa yang Anda rasakan? Pasti ragu untuk memesan, kan? Realitanya, mata adalah indra pertama yang membuat orang lapar, apalagi di platform pesan antar makanan. Berbeda dengan teori di buku yang mungkin hanya menekankan kualitas produk, pengalaman saya menunjukkan bahwa 90% keputusan pembelian makanan online dipengaruhi oleh visual. Foto yang buruk sama saja dengan menutup kesempatan Anda untuk berjualan.
Maka dari itu, investasikan waktu dan sedikit usaha untuk menghasilkan foto produk yang profesional. Gunakan pencahayaan alami, properti sederhana yang relevan, dan ambil dari sudut yang paling menarik. Pastikan setiap item menu punya fotonya sendiri, bukan hanya foto kolase. Selain foto, deskripsi menu juga krusial. Jelaskan bahan-bahan utama, tingkat kepedasan, ukuran porsi, dan keunikan rasa. Hindari deskripsi generik seperti “Nasi Goreng Enak”. Coba ganti dengan “Nasi Goreng Rempah Jawa Spesial: Aroma harum bumbu rahasia dan isian ayam suwir melimpah, dijamin bikin nagih!”. Sentuhan detail ini akan membangun imajinasi dan selera makan pelanggan.
3. Rancang Strategi Promosi Jitu yang Bikin Pelanggan Ketagihan
Rancang strategi promosi jitu GoFood untuk menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan setia melalui diskon menarik, bundling produk, atau memanfaatkan fitur promosi yang tersedia di aplikasi GoFood, guna meningkatkan volume penjualan secara signifikan.
Sudah punya produk bagus dan tampilan toko menarik, tapi masih sepi? Mungkin Anda kurang “berteriak” di tengah keramaian. Saya tahu rasanya ketika sudah coba diskon A, diskon B, tapi efeknya tidak seberapa. Seringkali, kesalahan terbesar UMKM adalah memberikan diskon tanpa strategi yang jelas, hanya ikut-ikutan. Padahal, promosi bukan sekadar potong harga, tapi seni menarik perhatian dan menciptakan urgensi. Tanpa promosi yang terencana, Anda hanya akan menjadi salah satu dari sekian banyak pilihan tanpa daya tarik khusus.
Ada banyak cara melakukan promosi efektif di GoFood. Pertama, manfaatkan fitur promosi yang disediakan oleh GoFood, seperti diskon ongkir, diskon persentase, atau promo buy 1 get 1. Perhatikan jadwal promosi di jam-jam makan siang atau makan malam. Kedua, buat paket bundling yang menguntungkan pelanggan, misalnya “Paket Hemat Berdua” atau “Paket Kenyang Keluarga”. Ketiga, berikan promo khusus untuk pelanggan baru agar mereka mencoba produk Anda, atau promo loyalitas bagi pelanggan yang sudah sering memesan. Saya pernah menangani kasus sebuah kedai kopi yang omzetnya stagnan. Setelah kami mengidentifikasi bahwa sebagian besar pelanggannya adalah pekerja kantoran, kami meluncurkan “Promo Jam Bahagia” untuk pembelian dua minuman di jam 2-4 sore dengan diskon 20%. Hasilnya, penjualan di jam-jam tersebut naik drastis dan menarik pelanggan baru yang kemudian menjadi pelanggan reguler.
4. Prioritaskan Kualitas Rasa dan Pelayanan Prima Agar Pelanggan Balik Lagi
Prioritaskan kualitas rasa dan pelayanan prima GoFood agar pelanggan merasa puas dan loyal, yang menjadi kunci utama untuk membangun reputasi positif dan menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang di tengah persaingan ketat.
Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa kualitas rasa itu nomor satu. Tapi, benarkah demikian? Saya bisa katakan, 100% benar! Namun, bukan hanya rasa, pelayanan juga sama pentingnya. Di lapangan, saya melihat banyak UMKM yang fokus habis-habisan di marketing, tapi melupakan fondasi utamanya: produk yang konsisten dan pelayanan yang memuaskan. Apa gunanya promosi gencar jika begitu pelanggan mencoba, mereka kecewa dengan rasanya atau kecewa dengan respons pelayanan? Pelanggan yang kecewa tidak hanya tidak akan kembali, tapi juga berpotensi memberikan ulasan negatif yang bisa merusak reputasi Anda.
Kualitas rasa harus konsisten dari hari ke hari. Pastikan bahan baku segar, resep standar selalu diikuti, dan proses memasak tidak terburu-buru. Lakukan kontrol kualitas secara berkala. Selain itu, pelayanan prima mencakup responsif terhadap pesanan, memastikan pesanan benar dan lengkap, serta pengemasan yang rapi dan aman agar makanan tiba di tangan pelanggan dalam kondisi terbaik. Jika ada keluhan, tangani dengan cepat, ramah, dan profesional. Ingat, pelanggan yang merasa dihargai akan menjadi “advokat” terbaik untuk bisnis Anda. Sebuah studi tahun 2023 menunjukkan bahwa 88% konsumen akan merekomendasikan bisnis kepada orang lain setelah mendapatkan pengalaman yang sangat baik.
5. Manfaatkan Ulasan Pelanggan untuk Meningkatkan Kepercayaan dan Reputasi
Manfaatkan ulasan pelanggan GoFood secara aktif dengan merespons positif ulasan baik dan menangani keluhan secara profesional, karena ulasan adalah cerminan reputasi yang sangat memengaruhi keputusan beli calon pelanggan.
Pernahkah Anda mencari makanan di GoFood dan langsung melirik bagian ulasan? Tentu saja! Hampir semua calon pembeli melakukan hal yang sama. Saya tahu rasanya ketika melihat ulasan bintang satu atau komentar negatif, rasanya seperti dihantam godam. Namun, justru di situlah letak emasnya! Banyak UMKM yang takut ulasan, padahal ulasan, baik positif maupun negatif, adalah data berharga yang bisa Anda gunakan untuk berkembang. Mengabaikan ulasan sama saja dengan mengabaikan suara pelanggan Anda.
| Kriteria | Tanpa Ulasan/Ulasan Buruk | Dengan Ulasan Positif | Ulasan Dibalas Aktif |
|---|---|---|---|
| Kepercayaan Pembeli | Rendah | Tinggi | Sangat Tinggi |
| Daya Tarik Toko | Kurang | Sangat Menarik | Luar Biasa Menarik |
| Visibilitas GoFood | Rendah | Meningkat | Lebih Meningkat Lagi |
| Peluang Re-order | Kecil | Besar | Sangat Besar |
| Perbaikan Bisnis | Sulit diidentifikasi | Memiliki Masukan | Jelas Arah Perbaikan |
Selalu balas setiap ulasan, baik yang positif maupun negatif. Untuk ulasan positif, ucapkan terima kasih dan ajak mereka untuk memesan lagi. Untuk ulasan negatif, jangan defensif. Minta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, tunjukkan empati, dan tawarkan solusi atau perbaikan. Misalnya, “Mohon maaf atas ketidaknyamanan Bapak/Ibu. Kami sudah meninjau kembali proses kami dan akan memastikan hal ini tidak terulang. Jika berkenan, kami ingin menawarkan diskon khusus untuk pesanan berikutnya sebagai permintaan maaf.” Respons yang baik menunjukkan profesionalisme dan kesediaan Anda untuk terus memperbaiki diri. Pelanggan lain akan melihat ini dan cenderung lebih percaya kepada Anda.
6. Jaga Kualitas Operasional dan Kecepatan Pengiriman agar Pelanggan Puas
Jaga kualitas operasional dan kecepatan pengiriman GoFood dengan manajemen dapur yang efisien dan koordinasi baik dengan driver, karena faktor ini sangat krusial dalam memberikan pengalaman positif dan mempertahankan loyalitas pelanggan yang menginginkan layanan cepat.
Kita sudah membahas kualitas produk dan pelayanan dari segi rasa. Tapi, bagaimana dengan proses di baliknya? Saya sering melihat UMKM yang kewalahan saat pesanan membludak. Pesanan jadi terlambat, kualitas menurun, dan driver pun jadi menunggu lama. Ini semua berujung pada kekecewaan pelanggan, meskipun makanannya enak. Realitanya, kecepatan adalah mata uang di bisnis pesan antar makanan. Pelanggan ingin makanan mereka sampai dalam kondisi terbaik dan secepat mungkin.
Pastikan dapur Anda memiliki alur kerja yang efisien. Siapkan bahan baku secara mise en place (siap pakai) sebelum jam operasional puncak. Latih karyawan agar bisa bekerja cepat dan tepat. Gunakan sistem order yang jelas agar tidak ada pesanan yang terlewat atau tertukar. Selain itu, jalin komunikasi yang baik dengan driver GoFood. Siapkan pesanan sebelum driver tiba, dan pastikan pengemasan rapi sehingga driver bisa mengantarkan dengan aman. Waktu tunggu yang terlalu lama akan merugikan semua pihak: driver lelah, pelanggan kecewa, dan rating toko Anda bisa menurun. Ingat, pengalaman pengiriman yang buruk bisa menghapus semua kerja keras Anda dalam membuat makanan yang lezat.
7. Analisis Data Penjualan Anda untuk Terus Berinovasi dan Berkembang
Analisis data penjualan GoFood secara rutin untuk mengidentifikasi produk terlaris, jam operasional puncak, dan preferensi pelanggan, sehingga Anda bisa membuat keputusan bisnis yang cerdas dan terus berinovasi demi pertumbuhan berkelanjutan.
Setelah semua jurus di atas Anda terapkan, sekarang saatnya “membaca peta” bisnis Anda. Saya tahu rasanya ketika melihat banyak angka dan grafik, rasanya pusing dan malas menganalisisnya. Namun, berbeda dengan teori di buku yang mungkin rumit, analisis data sederhana adalah kunci untuk pertumbuhan berkelanjutan. Mengapa? Karena intuisi saja tidak cukup. Tanpa data, Anda seperti berlayar tanpa kompas, tidak tahu arah mana yang paling menguntungkan. Banyak UMKM terjebak dalam rutinitas tanpa pernah tahu mana produk yang benar-benar profitabel atau promosi mana yang paling efektif.
Manfaatkan fitur laporan penjualan yang tersedia di aplikasi GoFood Merchant Anda. Perhatikan menu mana yang paling laris, mana yang kurang diminati. Apakah ada tren penjualan di hari atau jam tertentu? Apakah promosi tertentu lebih efektif dari yang lain? Misalnya, jika Anda melihat “Ayam Geprek Sambal Matah” selalu menjadi top seller di jam makan siang, Anda bisa mempertimbangkan untuk membuat variasi menu tersebut atau mengalokasikan lebih banyak stok untuk itu. Sebaliknya, jika “Nasi Kuning Komplit” sepi peminat, mungkin saatnya dievaluasi, diperbaiki, atau bahkan dihapus dari menu. Analisis ini juga membantu Anda mengelola stok lebih baik, menghindari bahan baku terbuang, dan mengoptimalkan penempatan iklan. Dengan data, Anda bisa membuat keputusan yang terukur, bukan sekadar tebak-tebakan.
Saatnya Kembangkan Bisnis Anda dengan GoFood
Anda sudah mendapatkan 7 jurus ampuh untuk membuat jualan di GoFood laris manis, bahkan jika Anda memulai dengan modal terbatas. Ingat, kunci utama bukan hanya sekadar berjualan, tapi bagaimana Anda bisa membangun pengalaman yang berkesan bagi setiap pelanggan. Dari optimasi tampilan toko, foto menu yang menggoda, promosi yang cerdas, menjaga kualitas produk dan pelayanan, hingga memanfaatkan ulasan dan menganalisis data, setiap langkah saling berkaitan.
Bisnis di era digital ini memang penuh tantangan, tapi juga penuh peluang. Jangan pernah menyerah jika ada tantangan. Anggap setiap masalah sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik. Mulai terapkan jurus-jurus ini secara bertahap, pantau hasilnya, dan terus berinovasi. Dengan konsistensi dan semangat pantang menyerah, saya yakin Anda bisa mewujudkan impian untuk memiliki bisnis kuliner yang sukses dan menghasilkan cuan berlimpah di GoFood. Ayo, segera eksekusi dan rasakan perbedaannya!
Tanya Jawab Seputar Jualan Laris di GoFood
Fakta Tentang penting foto menu profesional di GoFood
Sangat penting. Foto menu profesional adalah daya tarik utama yang memicu keinginan beli pelanggan di GoFood, bahkan lebih dari 80% keputusan pembelian dipengaruhi oleh visual.
Panduan Lengkap cara meningkatkan rating toko di GoFood
Tingkatkan rating toko dengan konsisten menjaga kualitas rasa, memberikan pelayanan cepat dan ramah, mengemas makanan dengan baik, serta aktif merespons setiap ulasan pelanggan.
Fakta Tentang promosi di GoFood selalu harus diskon besar
Tidak harus. Promosi bisa beragam, seperti paket bundling, gratis ongkir untuk pembelian minimal, atau promo loyalitas. Yang penting, promosi harus strategis dan menguntungkan kedua belah pihak.
Apa yang harus dilakukan jika ada ulasan negatif
Respons ulasan negatif dengan cepat dan profesional. Ucapkan maaf, tunjukkan empati, tawarkan solusi konkret, dan jelaskan langkah perbaikan yang akan Anda lakukan. Jangan defensif.
Seberapa sering harus menganalisis data penjualan GoFood
Idealnya, lakukan analisis data penjualan minimal seminggu sekali untuk memantau tren, mengidentifikasi produk unggulan, dan mengevaluasi efektivitas promosi agar bisa mengambil keputusan cepat.








