7 Strategi Cara Banjir Orderan di GrabFood Agar Usaha Laris

Pernahkah Anda merasa masakan Anda sudah sangat enak, harga bersaing, tapi aplikasi GrabMerchant Anda sunyi senyap seperti kota mati? Bunyi notifikasi “ting-tung” yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Anda tidak sendirian. Ribuan pemilik usaha kuliner mengalami hal yang sama, terjebak dalam kebingungan tentang cara BANJIR orderan di GrabFood. Padahal, di seberang jalan, kompetitor Anda mungkin sedang kewalahan melayani driver yang antre.
Sebagai seorang ahli bisnis digital yang telah menganalisis ratusan UMKM, saya bisa katakan bahwa masalahnya bukan pada rasa masakan Anda. Masalahnya ada pada “mesin” digital Anda. Tips laris jualan di GrabFood bukan sekadar soal diskon besar-besaran; ini tentang memahami algoritma, psikologi konsumen, dan efisiensi operasional. Artikel ini akan membongkar 7 strategi komprehensif untuk mengubah akun GrabFood Anda dari “kuburan” menjadi mesin uang yang sibuk.
Analisis Ahli: Memahami Medan Perang Digital (Grab vs Kompetitor)
Sebelum kita masuk ke taktik teknis, penting untuk memahami di mana Anda bertarung. Perilaku konsumen di aplikasi pesan antar sangat dipengaruhi oleh persaingan antar platform. Video di bawah ini memberikan analisis mendalam tentang perbandingan antara GrabFood, GoFood, dan ShopeeFood.
Berdasarkan analisis kami, video ini sangat relevan karena menunjukkan kekuatan unik GrabFood dalam hal promosi dan loyalitas pengguna melalui poin OVO. Memahami bagaimana Grab memposisikan dirinya dibandingkan kompetitor akan membantu Anda merancang promo yang lebih efektif. Oleh karena itu, strategi Anda di GrabFood tidak bisa disamakan persis dengan di GoFood; Anda harus memanfaatkan fitur spesifik Grab seperti “GrabSignature” atau “Cek Langganan” untuk menang.
Tonton: Analisis Perbandingan GoFood, GrabFood, ShopeeFood di YouTube
1. Optimasi Foto Menu: “Mata Makan Duluan”
Di dunia pengantaran makanan, pelanggan tidak bisa mencium aroma rendang Anda. Mereka membeli dengan mata. Foto yang gelap, buram, atau tidak menggugah selera adalah alasan nomor satu pelanggan menekan tombol “kembali”.
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menggunakan foto amatir dengan pencahayaan buruk. Praktik terbaik adalah berinvestasi pada foto produk yang profesional.
- Gunakan pencahayaan alami atau ring light.
- Pastikan porsi terlihat jelas dan jujur (ekspektasi = realita).
- Gunakan properti sederhana untuk mempercantik estetika.
2. Rekayasa Menu: Psikologi Harga dan Paket
Salah satu rahasia resto GrabFood ramai adalah cara mereka menyusun menu. Jangan hanya mendaftar menu secara alfabetis. Gunakan psikologi menu.
Pertama, buat kategori “Terlaris” atau “Rekomendasi Chef” di bagian paling atas. Ini membantu pelanggan yang mengalami decision fatigue (kelelahan memilih) untuk memutuskan dengan cepat.
Kedua, buatlah Paket Bundling. Alih-alih menjual “Ayam Geprek” (Rp 15.000) dan “Es Teh” (Rp 5.000) secara terpisah, buatlah “Paket Kenyang: Ayam Geprek + Es Teh” seharga Rp 19.000. Akibatnya, rata-rata nilai pesanan (Basket Size) Anda akan naik, dan pelanggan merasa mendapat “deal” yang lebih baik.
3. Mainkan Algoritma dengan Promo Cerdas
GrabFood adalah pasar yang didorong oleh promo. Tapi, promo yang salah bisa membunuh margin keuntungan Anda. Kuncinya adalah “Promo Cerdas”.
Jangan asal diskon 50%. Gunakan skema seperti:
- Diskon Nominal dengan Minimum Pembelian: “Diskon 20rb minimal belanja 60rb”. Ini memaksa pelanggan membeli lebih banyak untuk mendapatkan diskon.
- Flash Sale di Jam Sepi: Gunakan fitur promo untuk meningkatkan trafik di jam-jam tanggung (misalnya jam 2-4 sore).
4. Kecepatan dan Akurasi: Jaga Rating Bintang 5
Mendapatkan orderan itu satu hal, mempertahankannya adalah hal lain. Rating di bawah 4.5 adalah lonceng kematian di GrabFood. Salah satu penyebab utama rating rendah adalah pesanan yang lama atau salah.
Oleh karena itu, efisiensi dapur adalah segalanya. Jangan biarkan driver menunggu terlalu lama. Sistem Grab mencatat waktu persiapan Anda. Semakin cepat Anda menyiapkan makanan, semakin sering algoritma merekomendasikan resto Anda kepada driver dan pelanggan. Jika Anda belum tahu kenapa orang lebih memilih layanan cepat, baca analisis kami tentang mengapa orang lebih suka pesan online daripada ke warung.
5. Optimasi Kata Kunci Pencarian (SEO GrabFood)
Banyak orang tidak sadar bahwa aplikasi GrabFood juga memiliki mesin pencari. Jika Anda menjual “Ayam Bakar”, tapi nama menu Anda hanya “Paket A”, orang tidak akan menemukan Anda saat mengetik “Ayam Bakar”.
Cara BANJIR orderan di GrabFood yang sering terlewatkan adalah penamaan menu yang deskriptif.
Salah: “Nasi Goreng Spesial”
Benar: “Nasi Goreng Spesial Kampung Pedas + Telur + Kerupuk”
Masukkan kata-kata kunci yang mungkin dicari orang (pedas, manis, gurih, krispi, jumbo) ke dalam nama dan deskripsi menu Anda.
6. Bangun Loyalitas dengan Kemasan (Packaging)
Pengalaman makan GrabFood tidak terjadi di restoran, tapi di rumah pelanggan. Kemasan Anda adalah satu-satunya titik sentuh fisik dengan brand Anda. Kemasan yang rapi, aman (disegel), dan menarik akan meningkatkan persepsi nilai makanan Anda.
Jangan ragu menyisipkan pesan terima kasih tulisan tangan atau stiker lucu. Sentuhan kecil ini membangun hubungan emosional yang membuat pelanggan ingin memesan lagi (retensi). Pelanggan setia jauh lebih berharga daripada pelanggan baru.
7. Memanfaatkan Data Laporan Bisnis GrabMerchant
Aplikasi GrabMerchant bukan hanya untuk menerima pesanan. Di sana ada tab “Wawasan” atau “Insight”. Ini adalah harta karun data.
Berdasarkan analisis kami, banyak pemilik usaha mengabaikan data ini. Padahal, Anda bisa melihat:
- Menu apa yang paling sering dilihat tapi tidak dibeli (perlu ganti foto/harga?).
- Jam berapa resto Anda paling ramai (perlu tambah stok/karyawan?).
- Siapa pelanggan setia Anda?
Ingin Belajar Lebih Dalam Tentang Digitalisasi Usaha?
Strategi di atas hanyalah puncak gunung es. Jika Anda serius ingin mengembangkan bisnis kuliner Anda di era digital, kami telah menyusun panduan lengkap yang mencakup manajemen keuangan, pemasaran media sosial, hingga legalitas usaha.
Akses Panduan Lengkap Digitalisasi UKMKesimpulan: Konsistensi Adalah Kunci
Menerapkan cara BANJIR orderan di GrabFood bukanlah sihir satu malam. Ini adalah proses perbaikan terus-menerus. Anda mungkin tidak langsung melihat lonjakan order besok pagi.
Namun, dengan konsisten memperbaiki foto, mengelola promo dengan cerdas, menjaga kecepatan layanan, dan menganalisis data, grafik penjualan Anda pasti akan bergerak naik. Ingat, di dunia digital, pemenangnya adalah mereka yang paling cepat beradaptasi dan paling konsisten menjaga kualitas.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar GrabFood
1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar resto GrabFood jadi ramai?
Tidak ada patokan pasti, namun biasanya membutuhkan waktu 1-3 bulan konsistensi dalam menjalankan promo dan menjaga rating bintang 5 untuk melihat pertumbuhan organik yang signifikan.
2. Apakah harus selalu ikut promo GrabFood supaya laris?
Tidak harus selalu, tapi sangat disarankan, terutama di awal. Strategi meningkatkan penjualan GrabMerchant yang efektif adalah menggunakan promo sebagai “pancingan” untuk mendapatkan ulasan dan pelanggan baru, lalu mempertahankan mereka dengan kualitas rasa.
3. Kenapa pesanan GrabFood saya tiba-tiba sepi?
Bisa jadi karena performa resto menurun (rating turun, sering tolak pesanan, lama menyiapkan), atau kompetitor Anda sedang melakukan promo agresif. Cek tab “Wawasan” di aplikasi GrabMerchant untuk diagnosa masalahnya.
4. Seberapa penting foto makanan asli dibanding foto stok?
Sangat penting. Konsumen sekarang cerdas dan bisa membedakan foto asli dan palsu. Foto asli yang terlihat lezat membangun kepercayaan jauh lebih tinggi daripada foto stok yang terlihat “terlalu sempurna”.
5. Bagaimana cara mengatasi rating buruk di GrabFood?
Balas ulasan tersebut dengan sopan dan profesional, minta maaf, dan tawarkan solusi. Ini menunjukkan kepada pelanggan lain bahwa Anda bertanggung jawab. Setelah itu, fokuslah untuk mendapatkan banyak ulasan positif baru untuk menimbun rating buruk tersebut.






