Ini 5 Cara Mengatasi Solusi Harga GoFood Mahal Dibanding offline
Solusi harga GoFood mahal dibanding offline adalah tantangan umum UMKM di platform digital, yang berdampak pada daya saing dan profitabilitas jika tidak dikelola dengan bijak.
Sahabat UMKM, apakah Anda sering mendengar keluhan pelanggan tentang harga GoFood yang terasa lebih tinggi dibanding makan di tempat? Keluhan ini bukan sekadar angin lalu, melainkan sinyal penting yang bisa mempengaruhi loyalitas pelanggan dan omzet bisnis Anda. Fenomena ini memang menjadi dilema bagi banyak pelaku usaha kuliner. Di satu sisi, platform pesan antar makanan menawarkan jangkauan yang luas dan kemudahan transaksi. Namun, di sisi lain, biaya operasional yang meningkat untuk setiap pesanan online, seperti komisi platform, biaya pengemasan khusus, hingga potongan harga promosi, seringkali membuat harga jual di aplikasi harus dinaikkan. Kondisi ini bisa membuat pelanggan setia Anda beralih atau ragu untuk memesan, padahal kemudahan akses digital seharusnya justru meningkatkan penjualan. Memahami akar masalah ini dan menemukan solusi cerdas untuk menyeimbangkan harga online dan offline adalah kunci agar bisnis Anda tetap berkembang pesat di era digital ini. Mari kita bedah bersama bagaimana UMKM bisa mengatasi jurang harga GoFood dibandingkan dengan harga offline tanpa mengorbankan keuntungan maupun kepuasan pelanggan. Kunjungi situs https://www.gofood.co.id/ untuk memahami lebih lanjut ekosistem yang Anda gunakan.
Mengurai Akar Perbedaan Harga GoFood dengan Harga Offline
Perbedaan mencolok antara harga jual di platform pesan antar makanan seperti GoFood dan harga yang ditawarkan saat pelanggan datang langsung ke gerai adalah isu yang kompleks. Ini bukan sekadar keputusan sepihak dari UMKM, melainkan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan. Memahami dasar-dasar ini adalah langkah awal untuk merumuskan strategi yang tepat sasaran.
Dalam praktiknya, ketika sebuah restoran atau warung makan memutuskan untuk bergabung dengan GoFood atau platform sejenis, ada beberapa lapisan biaya tambahan yang perlu diperhitungkan. Pertama, komisi yang dikenakan oleh platform per transaksi. Angka ini bisa bervariasi, namun pada umumnya memakan persentase tertentu dari total nilai pesanan. Semakin besar volume pesanan, semakin signifikan pula total komisi yang harus dibayar. Selain itu, ada kebutuhan untuk kemasan yang lebih aman dan kokoh untuk menjaga kualitas makanan selama pengantaran. Pengemasan khusus ini tentu memerlukan biaya lebih dibanding penyajian langsung di piring. Belum lagi jika UMKM sering mengikuti promo-promo yang ditawarkan oleh platform untuk menarik pelanggan, seperti diskon harga atau gratis ongkos kirim, di mana sebagian biayanya seringkali ditanggung bersama antara platform dan mitra usaha. Semua faktor ini terakumulasi, sehingga secara matematis, harga jual yang tertera di aplikasi perlu disesuaikan agar margin keuntungan UMKM tetap terjaga. Tanpa penyesuaian ini, menjual dengan harga offline di aplikasi bisa berarti merugi.
Oleh karena itu, strategi penyesuaian harga yang cermat menjadi krusial. UMKM disarankan untuk melakukan analisis biaya rinci untuk setiap kanal penjualan. Petakan semua komponen biaya, mulai dari bahan baku, biaya operasional harian, hingga biaya-biaya spesifik untuk penjualan online. Setelah itu, tentukan margin keuntungan ideal yang ingin dicapai di setiap kanal. Hitung ulang harga jual aplikasi dengan memasukkan komponen biaya komisi dan kemasan. Pertimbangkan juga apakah sebagian promo bisa dibebankan pada margin keuntungan yang lebih tipis, atau apakah perlu ada strategi produk yang berbeda untuk penjualan online.
Strategi Optimalisasi Margin Keuntungan di Platform Digital
Meningkatkan efisiensi operasional adalah pondasi kuat untuk menyeimbangkan harga jual antara platform digital dan fisik. Tanpa efisiensi, setiap biaya tambahan akan semakin menekan margin.
Bayangkan sebuah kedai kopi kecil yang ingin memaksimalkan penjualannya melalui GoFood. Jika mereka terus menerus membeli biji kopi dalam jumlah kecil dengan harga premium dan menggunakan ampas kopi yang tidak diolah lebih lanjut, biaya operasional akan membengkak. Namun, jika kedai tersebut mulai melakukan pembelian biji kopi dalam jumlah grosir untuk mendapatkan harga yang lebih baik, atau mengembangkan produk turunan dari ampas kopi seperti pupuk organik untuk dijual kepada komunitas pecinta tanaman, maka biaya produksi per unit menjadi lebih efisien. Efisiensi dalam pengadaan bahan baku, pengelolaan stok yang baik untuk mengurangi pemborosan, hingga penggunaan energi yang hemat, semuanya berkontribusi pada penurunan biaya operasional. Hal ini memungkinkan UMKM untuk memiliki ruang lebih besar dalam menentukan harga jual yang kompetitif di platform digital tanpa mengorbankan profitabilitas.
Langkah kuncinya adalah melakukan audit operasional secara berkala. Identifikasi area-area di mana biaya dapat ditekan tanpa mengorbankan kualitas produk atau pelayanan. Negosiasikan harga dengan supplier secara rutin, terutama jika Anda memiliki volume pembelian yang meningkat. Optimalkan penggunaan bahan baku dengan merancang menu yang efisien atau menerapkan teknik masak yang meminimalkan sisa. Pertimbangkan pula penggunaan teknologi sederhana untuk otomatisasi tugas-tugas rutin, seperti pencatatan stok atau penjadwalan pengiriman, yang dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja atau membebaskan waktu untuk fokus pada pengembangan bisnis.
Memanfaatkan Sistem Poin dan Loyalitas Pelanggan
Membangun kesetiaan pelanggan bukan hanya tentang harga, tetapi juga tentang memberikan nilai tambah yang membuat mereka merasa dihargai. Sistem poin dan program loyalitas adalah cara efektif untuk mencapai hal ini.
Perhatikan sebuah kafe yang menyadari bahwa pelanggan setia mereka seringkali memesan dalam jumlah besar. Alih-alih hanya memberikan diskon besar di aplikasi, mereka mulai menerapkan sistem poin. Setiap pembelian sejumlah tertentu melalui GoFood akan mendapatkan poin. Poin ini nantinya bisa ditukarkan dengan berbagai keuntungan eksklusif, seperti diskon tambahan pada pesanan berikutnya, minuman gratis, atau bahkan merchandise khusus. Pelanggan yang merasakan manfaat dari poin yang mereka kumpulkan akan cenderung melakukan repeat order dan merasa memiliki “sesuatu” yang tidak didapatkan oleh pelanggan baru. Ini menciptakan ikatan emosional dan insentif kuat untuk terus bertransaksi, sekalipun ada sedikit perbedaan harga dengan pembelian offline.
Pastikan untuk merancang program loyalitas yang mudah dipahami dan menguntungkan bagi pelanggan. Tentukan mekanisme pengumpulan poin yang jelas, misalnya setiap kelipatan Rp10.000 mendapatkan 1 poin. Tawarkan berbagai pilihan hadiah atau diskon yang menarik dengan jumlah poin yang berbeda. Komunikasikan program ini secara aktif kepada pelanggan Anda, baik melalui media sosial, nota pemesanan, maupun pengumuman di dalam aplikasi GoFood (jika fitur memungkinkan). Pertimbangkan juga untuk memberikan apresiasi spesial bagi pelanggan yang mencapai tingkatan poin tertentu, seperti undangan eksklusif untuk acara promo atau kesempatan mencicipi menu baru lebih dulu.
Diversifikasi Penjualan di Luar Platform Utama
Mengandalkan satu platform pesan antar makanan saja berisiko tinggi. Diversifikasi saluran penjualan adalah strategi cerdas untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan mengurangi ketergantungan.
Sebuah UMKM katering rumahan yang awalnya hanya terdaftar di GoFood, memutuskan untuk mengembangkan sayapnya. Mereka mulai membuat akun khusus di platform media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk mempromosikan paket katering mingguan atau bulanan. Pelanggan yang tertarik bisa memesan langsung melalui direct message (DM) atau WhatsApp, dengan sistem pembayaran transfer bank. Selain itu, mereka juga menjalin kerja sama dengan komunitas lokal, seperti grup ibu-ibu pengajian atau perkumpulan kantor, untuk menawarkan paket makan siang khusus. Pendekatan ini memungkinkan mereka menawarkan harga yang lebih fleksibel atau bahkan diskon khusus untuk pemesanan langsung, karena tidak ada komisi platform yang perlu dibayarkan. Hal ini memberikan pilihan bagi pelanggan yang ingin berhemat atau mendapatkan penawaran lebih baik.
Sebaiknya Anda memanfaatkan kekuatan media sosial untuk membangun brand awareness dan audiens yang loyal. Buat konten yang menarik tentang produk Anda, tunjukkan proses pembuatannya, dan berikan testimoni pelanggan. Siapkan kanal komunikasi yang mudah diakses, seperti link WhatsApp bisnis di bio profil media sosial Anda. Untuk pelanggan yang lebih besar atau pemesanan khusus, pertimbangkan untuk membuat website sederhana yang menampilkan katalog produk dan formulir pemesanan. Jangan lupakan pula potensi kolaborasi dengan influencer lokal atau UMKM lain yang memiliki target pasar serupa. Dengan memiliki berbagai jalur penjualan, Anda memiliki kontrol lebih besar atas harga dan promosi, serta kemampuan untuk menjangkau segmen pasar yang mungkin tidak aktif di platform pesan antar makanan.
Optimalisasi Kemasan yang Efisien dan Menarik
Kemasan memegang peranan ganda: melindungi produk sekaligus menjadi representasi visual brand Anda. Mengoptimalkan kemasan dapat berdampak signifikan pada biaya dan persepsi pelanggan.
Bayangkan sebuah toko kue kering yang mengirimkan produknya melalui GoFood. Awalnya, mereka mungkin menggunakan kotak kardus yang terlalu besar dan banyak material pengisi plastik. Biaya per kotak menjadi mahal, dan sampah yang dihasilkan pun banyak. Dengan melakukan riset, mereka menemukan kemasan yang lebih ringkas dan sesuai dengan ukuran produk, serta menggunakan material ramah lingkungan seperti kertas daur ulang atau bioplastik. Desain kemasan juga diperbarui agar terlihat lebih profesional dan mencerminkan kualitas premium kue mereka. Pelanggan yang menerima kue dalam kemasan yang cantik dan fungsional akan memberikan kesan positif, bahkan tanpa menyadari bahwa biaya kemasan tersebut telah dioptimalkan oleh penjual.
Pastikan untuk memilih bahan kemasan yang berkualitas namun tetap terjangkau. Lakukan uji coba terhadap berbagai jenis kemasan untuk memastikan ketahanan saat pengantaran. Desain kemasan yang minimalis namun berkesan seringkali lebih efektif daripada yang terlalu ramai. Cantumkan logo brand Anda, informasi kontak, dan mungkin sedikit narasi tentang produk atau filosofi bisnis Anda. Pertimbangkan penggunaan sticker label custom untuk memberikan sentuhan personal atau sebagai sarana promosi program loyalitas. Jika memungkinkan, cari supplier kemasan yang menawarkan harga grosir untuk penghematan lebih lanjut, terutama jika Anda memiliki volume pesanan yang stabil.
Analisis Data Transaksi untuk Pengambilan Keputusan
Data adalah aset berharga dalam bisnis modern. Memahami pola transaksi di platform digital dapat mengungkap peluang dan masalah yang tersembunyi.
Sebuah warung makan yang rutin memantau data penjualan GoFood-nya menemukan pola menarik. Mereka melihat bahwa pesanan ayam geprek dengan level pedas “sedang” selalu laris manis di jam makan siang, namun di jam makan malam, pesanan nasi goreng lebih mendominasi. Data ini juga menunjukkan bahwa saat mereka menawarkan promo “gratis minuman” untuk pembelian ayam geprek, total transaksi memang meningkat, namun margin keuntungan keseluruhan justru menurun karena tingginya biaya minuman. Berbekal informasi ini, mereka bisa menyesuaikan strategi menu dan promosi secara lebih cerdas. Mungkin saat makan siang fokus pada ayam geprek dengan opsi minuman yang lebih murah atau dihematkan. Sementara saat makan malam, fokus pada variasi nasi goreng dengan penawaran paket hemat tanpa minuman tambahan.
Pastikan untuk memanfaatkan fitur analisis data yang disediakan oleh platform GoFood, atau jika perlu, ekspor data transaksi untuk dianalisis secara mandiri. Perhatikan tren penjualan berdasarkan waktu, jenis menu, dan jenis pelanggan. Identifikasi produk mana yang paling menguntungkan dan mana yang penjualannya cenderung lambat. Evaluasi efektivitas setiap promosi yang dijalankan. Apakah promo tersebut benar-benar mendongkrak penjualan secara signifikan dan menguntungkan, atau justru hanya menghabiskan margin tanpa dampak yang berarti? Gunakan wawasan dari data ini untuk membuat keputusan strategis mengenai pengembangan menu, penetapan harga, dan strategi promosi di masa depan.
Strategi Penyesuaian Harga Jual dengan Tepat
Menentukan harga jual yang pas di platform digital adalah seni yang memerlukan kalkulasi matang dan pemahaman pasar.
Misalkan ada sebuah restoran masakan Sunda yang menyadari bahwa harga paket nasi timbel komplit di GoFood sering dikeluhkan lebih mahal dibanding di restoran. Alih-alih langsung memotong harga, mereka melakukan beberapa langkah. Pertama, mereka menghitung ulang seluruh biaya variabel dan tetap untuk satu paket nasi timbel. Ini mencakup biaya bahan baku, bumbu, biaya operasional dapur per porsi, biaya tenaga kerja, kemasan khusus pengiriman, hingga perkiraan komisi platform sebesar 15-20%. Setelah mendapatkan angka biaya total per paket, mereka menetapkan margin keuntungan yang diinginkan, misalnya 20%. Dari angka ini, mereka bisa menghitung harga jual yang seharusnya di aplikasi. Jika ternyata harganya masih terasa tinggi, mereka bisa mulai mengeksplorasi opsi produk atau paket yang berbeda. Misalnya, menawarkan “Paket Hemat Nasi Timbel Tanpa Sambal & Lalapan” dengan harga lebih terjangkau, atau membuat “Menu Spesial GoFood” yang komposisinya sedikit berbeda namun tetap menarik.
Berikut tabel perbandingan sederhana untuk membantu Anda dalam penyesuaian harga:
| Komponen Biaya | Harga Offline (Rp) | Harga GoFood (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Bahan Baku Utama | 15.000 | 15.000 | Sama, kecuali ada efisiensi pembelian grosir untuk online. |
| Bahan Baku Pendukung | 5.000 | 5.000 | Sama. |
| Biaya Operasional Dapur/Porsi | 3.000 | 3.000 | Biaya listrik, gas, tenaga kerja langsung dapur. |
| Biaya Kemasan Khusus | 1.000 | 3.000 | Kemasan lebih tebal, tahan banting, dan food-grade untuk pengiriman. |
| Komisi Platform (mis. 20%) | 0 | 7.600 | 20% dari harga jual di aplikasi (misal harga jual Rp 38.000). |
| Biaya Promosi/Diskon | 0 | 2.000 | Jika ada promo diskon harga atau gratis ongkir yang ditanggung bersama. |
| Total Biaya (per Porsi) | 24.000 | 33.600 | |
| Margin Keuntungan Target (20%) | 4.800 | 4.800 | Tetapkan target margin yang sama untuk kedua kanal. |
| Harga Jual Minimum | 28.800 | 38.400 | Harga jual di aplikasi harus lebih tinggi untuk menutupi biaya tambahan. |
Pastikan untuk menentukan harga jual di aplikasi yang masih kompetitif meskipun lebih tinggi dari harga offline. Lakukan riset terhadap harga pesaing di platform yang sama. Pertimbangkan untuk menciptakan produk atau paket eksklusif untuk GoFood yang memiliki nilai tambah tersendiri sehingga perbedaan harga dapat dibenarkan.
Pengelolaan Stok Efektif untuk Menekan Biaya Operasional
Ketersediaan stok yang tepat adalah kunci efisiensi. Stok berlebih membebani biaya penyimpanan, sementara stok kurang menyebabkan kehilangan penjualan.
Bayangkan sebuah kedai makanan penutup yang menjual berbagai macam kue dan es krim. Tanpa sistem pencatatan stok yang baik, mereka bisa saja memesan bahan baku es krim dalam jumlah sangat banyak karena mengira permintaan tinggi, namun ternyata trennya sedang bergeser ke kue kering. Akibatnya, sebagian besar es krim menjadi tidak terjual sebelum masa kadaluarsanya habis, menimbulkan kerugian besar. Namun, jika kedai tersebut menerapkan sistem manajemen stok yang ketat, misalnya dengan mencatat setiap penjualan bahan baku dan produk jadi, mereka bisa melihat tren permintaan yang sebenarnya. Menggunakan metode FIFO (First-In, First-Out) untuk memastikan bahan baku yang lebih lama digunakan lebih dulu juga sangat penting, terutama untuk produk yang memiliki umur simpan terbatas.
Pastikan untuk mengimplementasikan sistem pencatatan stok yang sederhana namun akurat. Bisa menggunakan aplikasi spreadsheet, software manajemen inventaris khusus, atau bahkan buku catatan fisik yang dikelola dengan disiplin. Lakukan perhitungan stok secara berkala, idealnya harian atau mingguan, terutama untuk bahan baku yang rentan rusak. Perkirakan kebutuhan stok berdasarkan data penjualan historis, tren musiman, dan informasi promosi yang akan datang. Jalin komunikasi yang baik dengan supplier untuk memastikan ketersediaan bahan baku dan negosiasikan skema pengiriman yang fleksibel.
Mengedukasi Pelanggan Tentang Nilai Lebih Penjualan Online
Perbedaan harga seringkali muncul karena pelanggan belum sepenuhnya memahami biaya tambahan di balik kemudahan penjualan online. Edukasi adalah kuncinya.
Sebuah restoran keluarga yang menyadari kebingungan pelanggan mengenai harga GoFood yang lebih tinggi, memutuskan untuk membuat infografis sederhana yang dibagikan di media sosial dan ditempel di area kasir. Infografis tersebut secara visual menjelaskan poin-poin seperti “Biaya Pengemasan Aman”, “Biaya Komisi Platform”, dan “Investasi dalam Teknologi Pengiriman”. Mereka juga menambahkan narasi yang menekankan bahwa dengan memesan melalui GoFood, pelanggan mendapatkan kemudahan tanpa harus keluar rumah, waktu yang lebih efisien, dan jaminan makanan tetap aman saat tiba. Dengan cara ini, pelanggan tidak hanya melihat harga, tetapi juga nilai tambah dan pengorbanan yang dilakukan UMKM untuk memberikan layanan tersebut.
Sebaiknya Anda membuat narasi yang kuat tentang nilai tambah yang ditawarkan oleh layanan pesan antar Anda. Gunakan media sosial, website, atau kartu ucapan dalam paket pesanan untuk menyampaikan pesan ini. Tekankan keuntungan bagi pelanggan, seperti kenyamanan, penghematan waktu, dan keamanan pengiriman. Jelaskan secara singkat, mudah dipahami, dan hindari kesan menyalahkan platform atau pelanggan. Fokus pada bagaimana Anda berusaha memberikan layanan terbaik dengan harga yang wajar, mengingat semua aspek operasional yang terlibat. Pertimbangkan juga untuk menawarkan insentif bagi pelanggan yang memesan langsung melalui nomor WhatsApp Anda, misalnya diskon kecil atau bonus produk, sebagai apresiasi atas upaya mereka untuk membantu menekan biaya operasional.
Langkah optimasi selanjutnya adalah terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan pasar. Jaga kualitas produk Anda, berikan pelayanan terbaik, dan jangan pernah berhenti belajar. Dengan strategi yang tepat dan semangat pantang menyerah, tantangan harga GoFood yang mahal dibanding offline dapat diatasi, bahkan menjadi peluang untuk mengembangkan bisnis Anda lebih kuat lagi.
FAQ
- Apakah wajar jika harga GoFood lebih mahal dari harga offline?
Ya, ini umum terjadi karena adanya biaya operasional tambahan seperti komisi platform, kemasan khusus pengiriman, dan potensi biaya promosi. - Bagaimana cara agar pelanggan tidak komplain soal harga GoFood?
Edukasi pelanggan tentang nilai tambah layanan online, tawarkan program loyalitas, dan pertimbangkan variasi produk atau paket khusus untuk platform digital. - Apa langkah pertama yang harus dilakukan UMKM untuk mengatasi perbedaan harga ini?
Lakukan analisis biaya rinci untuk penjualan online dan offline, lalu tentukan margin keuntungan target yang sama untuk kedua kanal, dan sesuaikan harga jual aplikasi secara strategis.







