3 Cara Hitung Harga Jual di Gofood agar Bisnis Anda Untung Maksimal
Menghitung harga jual di Gofood memerlukan strategi yang berbeda total dibandingkan harga offline. Untuk mendapatkan keuntungan maksimal, Anda harus memasukkan semua biaya tersembunyi seperti komisi platform, PPN, dan biaya promosi ke dalam perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP). Rumusnya adalah: HPP + Biaya Operasional + Keuntungan Target / (1 – Persentase Komisi).
Kenapa Jualan di Gofood Selalu Merasa Boncos Padahal Ramai
Saya sering sekali bertemu dengan UMKM pemula yang mengeluh: “Mas, omzet saya di Gofood tinggi, tapi kenapa pas dihitung-hitung profitnya sedikit sekali? Bahkan kadang rugi.” Keluhan ini sangat umum, dan saya bisa pastikan 9 dari 10 kasus, masalahnya bukan pada produk Anda, melainkan pada cara menghitung harga jual di Gofood yang keliru.
Banyak pebisnis online, khususnya pemula, melakukan kesalahan fatal: menyamakan harga jual offline dengan harga jual online. Mereka lupa bahwa ada “hantu tak terlihat” dalam perhitungan biaya, yaitu komisi platform, biaya administrasi, dan PPN. Akibatnya, mereka merasa sibuk, pesanan datang bertubi-tubi, tetapi uang di rekening tabungan tidak bertambah. Fenomena ini diistilahkan sebagai “Boncos” atau rugi modal. Dalam artikel ini, saya akan tunjukkan bagaimana cara menghitung harga jual yang benar, agar bisnis Anda bukan sekadar ramai, tetapi juga untung besar.
Jangan Samakan Harga Offline dengan Harga Online (Kesalahan Fatal UMKM Pemula)
Di lapangan, saya melihat banyak sekali UMKM yang terjebak di zona “paritas harga.” Paritas harga adalah saat Anda menjual produk yang sama dengan harga yang sama di semua kanal penjualan (offline dan online). Di awal, ini mungkin terlihat adil bagi pelanggan. Namun, bagi Anda sebagai pebisnis, paritas harga ini adalah lubang hitam yang menghisap keuntungan.
Mengapa? Karena biaya operasional untuk setiap kanal itu berbeda. Biaya di Gofood tidak hanya sebatas biaya bahan baku dan tenaga kerja. Anda harus memasukkan komisi platform, PPN, dan biaya marketing yang dibebankan oleh platform. Jika Anda menjual dengan harga yang sama, margin keuntungan Anda otomatis akan tergerus.
Padahal, secara psikologis, pelanggan sudah tahu bahwa harga di aplikasi delivery seperti Gofood akan lebih mahal dibandingkan harga langsung di tempat. Pelanggan bersedia membayar lebih karena mereka membayar kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan. Oleh karena itu, jangan takut menaikkan harga di Gofood. Tugas Anda adalah memastikan kenaikan harga tersebut sepadan dengan keuntungan yang Anda dapatkan, bukan hanya sekadar menutup biaya komisi.
3 Langkah Praktis Menghitung Harga Jual di Gofood
Menggunakan cara menghitung harga jual di Gofood yang tepat adalah kunci untuk menghindari boncos. Dalam pengalaman saya, ada tiga langkah sederhana yang harus Anda ikuti, dan ini berlaku untuk semua jenis UMKM kuliner.
1. Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP) yang Akurat
HPP adalah biaya dasar untuk membuat satu unit produk. Ini adalah fondasi dari semua perhitungan. Banyak UMKM pemula hanya menghitung biaya bahan baku utama, padahal HPP mencakup semua biaya yang melekat pada produk.
Rumus HPP per Unit:
HPP = (Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Pabrik) / Jumlah Unit yang Diproduksi
- Biaya Bahan Baku: Hitung secara detail. Jangan hanya hitung ayamnya, tapi juga bumbu, minyak, gas elpiji, air, hingga saos sachet yang Anda berikan.
- Biaya Tenaga Kerja Langsung: Berapa upah harian karyawan yang terlibat langsung dalam proses memasak produk tersebut?
- Biaya Overhead Pabrik (BOP): Ini adalah biaya tak terduga, seperti kemasan, listrik, air, sewa tempat, hingga biaya depresiasi alat masak. Jangan anggap remeh biaya ini; di Gofood, biaya kemasan dan stiker segel adalah bagian krusial yang harus dihitung.
Konteks Lapangan: Saya pernah menemui kasus di mana seorang pebisnis kopi hanya menghitung harga biji kopi dan susu saja. Ia lupa menghitung biaya cup plastik, tutup, sedotan, label stiker, dan biaya listrik mesin espresso yang menyala terus-menerus. Akibatnya, HPP yang dihitungnya jauh lebih rendah dari HPP sebenarnya.
2. Pahami dan Masukkan Biaya Komisi Gofood dan PPN
Ini adalah poin paling krusial dalam cara menghitung harga jual di Gofood. Gofood menerapkan skema komisi yang harus Anda pahami betul-betul. Per November 2023, Gofood umumnya mengenakan komisi sebesar 20% + PPN 11% dari harga jual.
Perhitungan Komisi dan PPN:
- Komisi GoFood (Fee): 20% dari harga jual produk.
- PPN: 11% dari komisi tersebut. (Bukan 11% dari harga jual total).
Contoh Perhitungan Sederhana: Jika Anda menjual Nasi Goreng seharga Rp25.000 (harga jual online):
- Komisi GoFood: 20% x Rp25.000 = Rp5.000
- PPN (11% dari komisi): 11% x Rp5.000 = Rp550
- Total Potongan Komisi dan PPN: Rp5.000 + Rp550 = Rp5.550
Artinya, untuk setiap penjualan Rp25.000, Anda akan kehilangan Rp5.550. Jika Anda tidak memasukkan biaya ini ke dalam perhitungan, keuntungan Anda pasti tergerus.
3. Tentukan Margin Keuntungan (Markup) yang Ideal
Setelah Anda mendapatkan HPP dan menghitung biaya platform, saatnya menentukan target keuntungan Anda. Berapa persentase keuntungan yang Anda inginkan dari setiap produk?
Rumus Sederhana (Cost Plus Pricing):
Harga Jual = HPP + Biaya Operasional + Keuntungan
Dalam konteks GoFood, Anda harus memodifikasi rumus tersebut untuk memastikan harga jual yang ditetapkan sudah menutup semua biaya.
Rumus Jitu Anti-Boncos:
Harga Jual Akhir = (HPP + Biaya Operasional + Keuntungan Target) / (1 – Persentase Komisi GoFood)
- HPP: Harga Pokok Penjualan yang sudah Anda hitung di langkah 1.
- Biaya Operasional: Biaya non-produksi (misal: gaji admin Gofood, biaya sewa tempat, biaya listrik non-produksi).
- Keuntungan Target: Persentase profit yang Anda inginkan (misal: 20%, 30%, dst).
- Persentase Komisi GoFood: Ambil angka komisi GoFood (misal: 20%) dan ubah menjadi desimal (0,20).
Studi Kasus: Menghitung Harga Jual Nasi Goreng di Gofood
Mari kita terapkan rumus di atas ke dalam contoh nyata. Bayangkan Anda menjual nasi goreng. Harga jual offline Anda adalah Rp15.000 per porsi.
Langkah 1: Hitung HPP per Porsi Nasi Goreng
Mari kita asumsikan HPP Nasi Goreng per porsi Anda adalah:
* Bahan Baku (Nasi, Bumbu, Ayam, Telur, Sayuran): Rp7.000
* Biaya Overhead (Gas, Listrik, Air, Kemasan): Rp2.000
* Tenaga Kerja Langsung per Porsi: Rp1.000
* Total HPP = Rp10.000
Langkah 2: Hitung Harga Jual GoFood dengan Margin Keuntungan 30%
Anda ingin mendapatkan keuntungan 30% dari HPP Anda.
* Keuntungan Target (30% dari HPP): 30% x Rp10.000 = Rp3.000
* Total Biaya Awal (HPP + Keuntungan Target): Rp10.000 + Rp3.000 = Rp13.000
* Persentase Komisi GoFood (20%): 0,20
Rumus Perhitungan:
Harga Jual Akhir = Rp13.000 / (1 – 0,20)
Harga Jual Akhir = Rp13.000 / 0,80
Harga Jual Akhir = Rp16.250
Dengan harga jual Rp16.250 di GoFood, Anda bisa mendapatkan margin keuntungan 30% setelah dikurangi komisi platform (sekitar Rp3.250). Jika Anda membulatkannya menjadi Rp17.000, margin keuntungan Anda akan lebih tinggi lagi.
Perbandingan Sederhana (Jual Rp15.000 vs Jual Rp17.000)
Berikut adalah perbandingan profit yang akan Anda dapatkan jika menjual di harga yang berbeda:
| Keterangan Biaya | Harga Jual Offline (Rp15.000) | Harga Jual GoFood (Rp17.000) |
|---|---|---|
| HPP Produk | Rp10.000 | Rp10.000 |
| Harga Jual | Rp15.000 | Rp17.000 |
| Komisi GoFood (20% + PPN 11%) | N/A | Rp17.000 x 20% = Rp3.400 PPN 11% x Rp3.400 = Rp374 Total Potongan = Rp3.774 |
| Profit Kotor | Rp5.000 | Rp17.000 – Rp10.000 – Rp3.774 = Rp3.226 |
Kesimpulan dari Tabel: Jika Anda memaksakan harga Rp15.000 di GoFood, profit Anda hanya Rp1.226 (Rp15.000 – Rp10.000 – Rp3.774). Profit Anda tergerus drastis dari Rp5.000 (offline) menjadi Rp1.226 (online). Namun, jika Anda menaikkan harga menjadi Rp17.000, profit Anda menjadi Rp3.226, jauh lebih sehat dan mendekati profit offline.
Strategi Harga Jual GoFood agar Tidak Kelihatan Mahal
Setelah menghitung harga jual, tantangannya adalah bagaimana agar pelanggan tidak terkejut dengan kenaikan harga di Gofood. Saya punya beberapa trik yang bisa Anda terapkan:
1. Sediakan Menu Khusus GoFood dengan Value Lebih
Jangan hanya menaikkan harga, tetapi tambahkan nilai (value) pada produk Gofood Anda. Misalnya, Nasi Goreng di offline harganya Rp15.000, sedangkan Nasi Goreng Gofood harganya Rp17.000. Anda bisa menambahkan ekstra value untuk harga Gofood, misalnya:
- Porsi Lebih Besar: “Porsi Jumbo Khusus GoFood”
- Bonus Topping: “Nasi Goreng Spesial GoFood (Gratis Telur Mata Sapi)”
- Free Drink: “Nasi Goreng + Teh Es”
Trik ini membuat pelanggan merasa harga yang lebih mahal itu wajar karena mendapatkan sesuatu yang lebih.
2. Bundling Produk: Jual Paket daripada Satuan
Pelanggan GoFood sangat menyukai menu bundling (paket). Paket menu terlihat lebih menguntungkan di mata pelanggan.
- Contoh Bundling: Jangan hanya menjual Nasi Goreng satuan. Buatlah “Paket Berdua” (Nasi Goreng + Mie Goreng + 2 Es Teh) dengan harga total yang lebih murah dibandingkan membeli satuan.
- Keuntungan Bundling: Saat Anda menjual paket, HPP Anda menjadi lebih rendah (karena biaya kemasan, gas, dan operasional per unit bisa ditekan). Anda bisa memberikan diskon yang terkesan besar, padahal margin profit Anda tetap aman.
3. Manfaatkan Marketing Tools Gofood (Promo Cermat)
Promo di Gofood memang “mengerikan” karena bisa menggerus profit. Namun, promo juga merupakan alat marketing paling ampuh untuk menarik pelanggan baru.
- Hitung Breakeven Point Promo: Jangan berpartisipasi dalam promo Gofood tanpa menghitung titik impas (breakeven point). Misalnya, GoFood menawarkan promo diskon 30% yang Anda tanggung 20% dan GoFood 10%. Pastikan HPP + biaya operasional + 20% promo tetap lebih rendah dari harga jual Anda.
- Targetkan Diskon untuk Volume: Diskon harus diimbangi dengan volume penjualan. Jika diskon 20% membuat penjualan Anda naik 50%, Anda tetap untung secara total.
Saatnya Mengubah Boncos Menjadi Cuan Maksimal
Jualan di Gofood adalah seni berbisnis di era digital. Jangan hanya fokus pada penjualan yang ramai, tetapi fokuslah pada keuntungan yang maksimal. Sebagai mentor, saya selalu menekankan bahwa perhitungan harga yang akurat adalah awal dari bisnis yang sehat. Jangan sampai Anda terjerat hutang hanya karena salah menghitung.
Jika Anda sudah menerapkan cara menghitung harga jual di Gofood ini, tetapi masih merasa kesulitan, mungkin Anda perlu mengevaluasi kembali HPP Anda. Cari supplier yang lebih murah, optimalkan biaya overhead, atau bahkan ubah menu Anda. Ingat, bisnis yang baik bukan hanya tentang produk yang enak, tetapi juga tentang perhitungan yang cermat. Dengan strategi yang tepat, Gofood bisa menjadi sumber penghasilan utama yang sangat menguntungkan bagi UMKM Anda.
Tanya Jawab Cepat (FAQ)
1. Berapa idealnya persentase keuntungan yang harus saya targetkan di GoFood?
Margin keuntungan ideal bervariasi tergantung jenis produk. Untuk makanan cepat saji, targetkan margin kotor minimal 30% hingga 40% dari HPP setelah dikurangi komisi platform. Untuk minuman, margin bisa lebih tinggi, sekitar 50% hingga 70%.
2. Apakah saya harus menaikkan harga di Gofood jika Gofood menaikkan komisi?
Ya, wajib. Jika Anda tidak menaikkan harga, profit margin Anda akan berkurang. Pelanggan GoFood sudah terbiasa dengan fluktuasi harga dan biaya pengiriman, sehingga kenaikan harga yang wajar (misalnya 10% dari harga offline) tidak akan mengurangi minat pelanggan secara signifikan.
3. Apa perbedaan HPP (Harga Pokok Penjualan) dengan Harga Jual?
HPP adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi satu unit barang, tanpa memperhitungkan keuntungan. Harga Jual adalah HPP ditambah margin keuntungan yang Anda inginkan, ditambah biaya operasional dan biaya platform (GoFood/GrabFood).
4. Bagaimana cara mengatasi biaya promosi yang tinggi di Gofood?
Jangan mengandalkan promo GoFood (seperti diskon 50%) terlalu sering. Strategi yang lebih baik adalah menggunakan promo bundling (jual paket) atau promo Beli 1 Gratis 1 pada jam sepi. Ini akan menarik pelanggan baru tanpa mengorbankan margin terlalu besar pada setiap transaksi.
5. Bagaimana cara mengatur harga di Gofood agar sesuai dengan harga pasar?
Lakukan riset kompetitor di area Anda. Lihat harga produk sejenis dan bandingkan. Jangan takut menjual lebih mahal dari kompetitor asalkan Anda bisa memberikan nilai tambah yang jelas, misalnya dari segi kualitas bahan, kemasan, atau kecepatan pelayanan.








